Hadirnya Penerbangan Manado – Toraja Dorong PE dan Buka Konektivitas Destinasi Budaya dan Alam

MANADO, 3 JULI 2025 – Kerja cepat, dan tepat kembali ditunjukkan oleh Gubernur Sulawesi utara (Sulut) Yulius Selvanus.

 

Bacaan Lainnya

Kali ini, gebrakan Yulius adalah mendorong dibukanya jalur penerbangan antara Manado – Toraja, yang langsung mendapat sambutan dari grup maskapai terbesar di Asia Tenggara, Lion Air Group dengan menghadirkan jaringan penerbangan melalui maskapai Wings Air. Aksi cepat tepat, untuk rute domestik dari gubernur, disebut oleh Dr Drevy Malalantang sebagai langkah cerdas mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi (PE)  dua daerah dan pertukaran budaya.

 

Dalam siaran pers yang diterima MANADONES, Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPAR) Manado ini menjelaskan, konektivitas antar daerah menjadi penting dalam memperkuat integrasi sosial, budaya, dan ekonomi. Dimana Sulut dalam hal ini Manado, dan Sulawesi Selatan dalam hal ini Toraja adalah dua wilayah yang memiliki kekayaan budaya yang kuat dan unik, namun selama ini belum terhubung secara langsung melalui jalur udara, dengan keteraksesan yang lebih cepat.

 

“Dalam pengembangan pariwisata pembukaan rute penerbangan langsung Manado – Toraja, menjadi terobosan penting dalam mendekatkan dua destinasi budaya dan alam unggulan, memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta mendorong pertukaran budaya lintas daerah,” terang Staf Khusus Gubernur Sulut, dalam siaran persnya. Dimana, pembukaan rute penerbangan ini merupakan  langkah strategis yang tidak hanya mempercepat mobilitas antar-wilayah, tetapi juga membuka ruang konektivitas budaya yang lebih luas antara dua daerah dengan kekayaan warisan budaya dan alam yang luar biasa.

Baca juga  Empat Mobil BYD M6 Standard ini Resmi Dimilik Pelanggan IM3

 

Dr Drevy Malalantang

Pengembang olahraga Stand Up Paddle (SUP) di Sulut ini, juga merinci adanya hal hal positif yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, antara lain adanya penguatan hubungan antarbudaya, Manado dan Toraja sama-sama memiliki identitas budaya yang kuat dan khas. Kemudian, melalui konektivitas udara ini akan mempermudah pertukaran kebudayaan, seni, kerajinan tangan, dan kuliner antar dua daerah ini, dimana program cross-cultural tourism atau festival budaya lintas daerah akan menjadi daya tarik wisata baru.

 

Dia juga merinci, hadirnya peluang pariwisata tematik, pariwisata spiritual dan budaya, paket wisata terpadu dengan jelajah langsung dua destinasi eksotis dalam satu perjalanan Toraja dan Minahasa. Pembukaan rute penerbangan ini juga merupakan langkah strategis yang tidak hanya memperkuat konektivitas transportasi regional, tetapi juga memperluas konektivitas budaya antar dua kawasan yang kaya akan warisan sejarah, nilai-nilai lokal, dan potensi pariwisata.

 

Diuraikan juga, Manado sebagai pusat budaya Minahasa di Sulut dikenal dengan nilai-nilai mapalus, seni musik kolintang, tarian kabasaran, serta potensi wisata bahari kelas dunia seperti Bunaken, Lembeh, Likupang, Bangka dan Bolmong Sementara, Toraja di Sulsel telah lama dikenal sebagai ikon budaya Indonesia  dan sistem kepercayaan adat yang kuat.

Baca juga  Selat Hormuz Jalur Minyak Dunia yang Krusial

 

Bagi penulis berbagai rasa kuliner Minahasa ini, menegaskan hadirnya rute penerbangan langsung pada 7 Juli mendatang akan menjadi jalur budaya (cultural corridor) yang membuka peluang seperti pertukaran budaya dan kolaborasi seni tradisi seperti festival lintas budaya, pertunjukan seni, dan pertukaran komunitas, penguatan pariwisata budaya yang menyatukan pengalaman pegunungan sakral Toraja dan kekayaan laut tropis Manado, pemberdayaan ekonomi kreatif dan UMKM lokal melalui promosi produk khas seperti kopi Toraja, kerajinan ukiran, kain tenun, serta kuliner khas Minahasa.

 

Kemudian penguatan integrasi sosial dan nilai kebangsaan, melalui interaksi masyarakat lintas daerah yang membawa semangat toleransi, solidaritas, dan cinta budaya nusantara, akan mendorong pertumbuhan pelaku UMKM di kedua daerah, pengembangan berbagai produk festival budaya lintas daerah sebagai bentuk diversifikasi atraksi pariwisata budaya, dan membua peluang investasi di sektor transportasi dan pariwisata.

 

Lebih jauh lagi, rute ini akan mempermudah akses wisatawan domestik dan mancanegara, memperpendek waktu tempuh antar destinasi unggulan, dan membuka peluang kerjasama di bidang pendidikan, riset budaya, dan promosi wisata terpadu antar dua wilayah yang akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Domestik maupun Mancanegara Didua Provinsi ini. “Pembukaan rute penerbangan Manado – Toraja bukan hanya sebuah pengembangan infrastruktur, tetapi juga investasi besar dalam memperkuat identitas kebudayaan Indonesia Timur,” tutup Malalantang. (gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *