MANADO, 8 AGUSTUS 2025 – Posisi Sulawesi utara (Sulut) yang berada di sentral gerbang perdagangan Asia Timur dan Pasifik, serta menjadi pusat pengolahan hasil perikanan dan pariwisata, membuat pertumbuhan ekonomi (PE) di daerah ini, akan terus bertumbuh.
Keyakinan ini disampaikan oleh Kepala BI KPw Sulut, Joko Supratikto di ajang North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2025 pagi tadi, yang digelar di Four Point Hotel Manado. Dalam perhitungan BI, kata Joko untuk mencapai PE tahun 2025 dikisaran 6% hingga 7%, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), diperlukan usaha ekstra keras secara komprehensif dan berkelanjutan, dimana dalam Perhitungan BI, diperlukan nilai tambah aktivitas ekonomi sekitar Rp 14 Triliun.
Optimistis untuk capaian ini, disebut Joko bukan tanpa sebab. Sulut diurainya pada Triwulan II ini mampu tumbuh hingga 5,64% diatas nasional yang ada di 5,12%. Selain itu dibuka juga sektor usaha yang selalu mampu tampil baik yaitu sektor perikanan tangkap dan industri minyak nabati yang menjadi bintang ekspor Nyiur melambai selama ini. “Pada Triwulan kedua investasi mengalami kontraksi sebesar 1,43% ini, maka dilakukan penambahan cakupan proyek dan diversifikasi sektor investasi.
Melihat peluang ini, BI mendukung Pemerintah Daerah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP ), dan dinas terkait lainnya untuk mempercepat realisasi investasi melalui promosi Investment Project Ready to Offer (IPRO) ke berbagai investor strategis di dunia internasional. “Dan upaya yang kami lakukan melalui program Regional Investment Relation Unit atau RIRU,” katanya lagi.
Dihadapan perwakilan pemerintah provinsi Sulut, staf ahli bidang konektivitas dan pengembangan jasa Kemenko Perekonomian Dida Gardera ST MSc, staf ahli bidang pemerataan dan kemitraan usaha penanaman modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Andi Maulana SE MM, Plt Asisten Deputi Manajemen Investasi Kementerian Pariwisata Ari Prasetio, para duta besar negara sahabat seperti Albania,Rwanda dan Konjen Australia, para undangan dan media massa. (gracey wakary)





