JAKARTA, 15 AGUSTUS 2025 (ANTARA) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menegaskan Indonesia berkomitmen kuat dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan.
“Indonesia terus memperkuat kebijakan yang berpihak pada perempuan, salah satunya melalui pengembangan care economy. Care economy bertujuan untuk mentransformasi pekerjaan perawatan menjadi pekerjaan yang bernilai ekonomi, layak, dan setara,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Jumat. Hal itu dikatakannya dalam forum bilateral di sela-sela perhelatan APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) tahun 2025 di Incheon, Korea Selatan.
Menteri Arifah Fauzi menjelaskan perempuan masih menghadapi berbagai tantangan dalam peningkatan dan partisipasi ekonomi, selain beban ganda dalam rumah tangga juga kerja perawatan yang tidak dibayar dan tidak dihargai. “Data menunjukkan perempuan menghabiskan rata-rata 2,8 kali lebih banyak waktu untuk pekerjaan rumah tangga dan perawatan tidak berbayar dibandingkan laki-laki,” ujar dia. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi hambatan nyata bagi perempuan dan berpengaruh pada rendahnya partisipasi perempuan di angkatan kerja. Sebagai langkah solutif, saat ini KemenPPPA sedang mendorong kebijakan care economy yang merupakan salah satu kesepakatan dalam G20 tahun 2022 di bawah presidensi Indonesia.
Pemerintah Indonesia pun telah meluncurkan Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Ekonomi Perawatan dan membentuk kelompok kerja lintas sektor untuk memperluas akses terhadap layanan perawatan bagi anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya. “Hal ini sejalan dengan RPJMN 2025 – 2045, bahwa transformasi Indonesia sejalan dengan perlindungan sosial yang adaptif melalui peningkatan partisipasi perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya sebagai angkatan kerja, antara lain melalui penerapan care economy,” kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor : Indra Gultom





