Pengguna QRIS di Sulut Capai 28% Penduduk Usia Produktif

Transaksi makin mudah dengan QRIS.

MANADO, 25 AGUSTUS 2025 – Transaksi keuangan secara digital, melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard, atau QRIS atau pembayaran melalui kode QR, kini makin umum di kalangan masyarakat Sulawesi utara (Sulut).

 

Bacaan Lainnya

Ini diungkapkan dalam data yang dimiliki oleh Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Sulut per Juni 2025 mencatat pengguna QRIS mencapai 503.301 pengguna, atau sekitar 28% dari penduduk usia produktif Sulut. “Ini merupakan bukti nyata bahwa masyarakat Sulut sangat adaptif dan siap menyambut era ekonomi digital,” ungkap Deputi SPPUR KPw Bank Indonesia Sulut Darmawan Hutabarat, dalam Sosialisasi dan Edukasi “Interoperabilitas Transaksi Elektronik”, belum lama ini di Manado.

Baca juga  Segini Harga Skutik New Honda Scoopy untuk Manado

 

Tidak hanya itu, diuraijga itu pertumbuhan transaksi pada kanal pembayaran lainnya seperti BI-FAST, Uang Elektronik, Kartu Debit, Kartu Kredit juga semakin meningkat. Dimana perkembangan tersebut didorong dengan berbagai adopsi transaksi pembayaran digital di berbagai sektor seperti Pemerintah Daerah dengan program ETPD-nya, transportasi, layanan di sektor pariwisata, sosial keagamaan, dan sektor lainnya.

 

Seperti diketahui, penduduk usia produktif menurut definisi kependudukan secara umum dan sering digunakan dalam konteks bonus demografi, termasuk mereka yang berusia 15 hingga 64 tahun. Dan, istilah ini digunakan secara luas oleh berbagai institusi, data yang akurat biasanya berasal dari lembaga seperti Badan Pusat Statistik (BPS), dan BI yang mengacu pada data dan definisi ini ketika membahas bonus demografi Indonesia. (gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *