Bersama Telkomsel Tukang Pijat dari Pandu Manado Dirikan Sekolah dan Panti Asuhan Gratis untuk Sesama

Maimunah Manumpil, pendiri dan pemilik TK dan PAUD Annisa Pandu, serta Panti Asuhan dan Panti Jompo yang ada di Kelurahan Pandu Kecamatan Bunaken, Kota Manado, yang merasa terbantu dengan jangkauan jaringan Telkomsel mewujudkan cita cinta mulianya.

MANADO, 30  AGUSTUS 2025 – Tangan Maimunah Manumpil, 61, berulang kali menghapus peluh yang menetes di wajah nya, saat menyediakan makanan bubur Manado gratis, bagi para siswa yang sedang belajar di TK dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Annisa Pandu, yang ada di Kelurahan Pandu Kecamatan Bunaken, Kota Manado.

 

Bacaan Lainnya

Mama Muna, panggilan akrab ibu dari dua putri, menyebut aktivitas ini jadi salah satu bagian pekerjaanya setiap Jumat pagi, selain sebagai seorang tukang pijat lepas. Pada MANADONES, Muna mengaku, bubur Manado ini, selalu disediakan secara gratis bagi 63 anak usia dini yang bersekolah di TK Annisa, PAUD Annisa, dan PAUD Annisa Kelas Jauh untuk anak anak Kristen Pandu, miliknya.

 

Uniknya, TK dan PAUD Annisa yang didirikan sejak lima tahun lalu ini, tidak membebani para orang tua anak yang kurang mampu, karena mereka digratiskan untuk semua administrasi dan SPP bulanan. Perempuan lulusan Paket C ini, kemudian menceritakan bahwa sebelum mendirikan TK dan PAUD, dia sudah lebih dulu mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Swasta pada 2019 lalu, yang telah diserahkan pengelolaanya pada salah satu yayasan di Manado. “Saya ingin fokus pada TK dan PAUD serta panti yang saya kelola. Banyak anak yatim piatu dan lansia terlantar yang memilih masuk di panti saya, saya ingin mereka tetap mendapat perhatian, sebut Muna.

Baca juga  Pekerja Swasta di Manado Kini Berhak Terima Uang Pensiun Bulanan

 

Maimunah di PADU Annisa Pandu untuk kelas jauh Kristen yang didirikannya di Pandu Manado.

Saat ditanya tentang pendanaan untuk sekolah dan panti yang didirikannya, Muna mengungkap  semua dana adalah hasil kerjanya sebagai tukang pijat jalanan yang telah dijalani sejak tahun 1995, dengan bayaran mulai Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per orang. Aksi mulianya mendirikan sekolah dan panti ternyata didukung oleh jangkauan jaringan telekomunikasi dari Telkomsel.

 

Pasalnya, di awal tahun 1998, dia mendapatkan  hadiah seperangkat telepon selular beserta nomor perdana Simpati dari Telkomsel no 0812447XXXX, dari seorang pejabat tinggi kepolisian di Polda Sulawesi utara (Sulut), karena mampu meringankan nyeri kakinya, dengan pijatannya. “Nomor telepon ini berjasa, dan punya peran mendukung saya hingga bisa mendirikan sekolah dan panti. Kelurahan Pandu, amat sulit dijangkau dengan signal telepon, karena berada di area perbukitan. Dan dengan nomor dari Telkomsel, saya bisa dihubungi dan menghubungi para pelanggan pijat tanpa gangguan hingga kini,” tutur pemilik rumah 6×3 meter ini, sambil mengaku dirinya bisa memijat empat orang dalam sehari.

 

Riyani Sarai SPsi yang dikenal sebagai barista di Café Mapalus Kopi Manado, Paal IV Manado, yang mengaku bisa menjajakan kopi buatannya tanpa kendala melalui media sosial, dengan jaringan yang cepat dari Telkomsel.

Kemampuan jangkauan dari jaringan Telkomsel, juga diakui oleh salah satu sahabat disabilitas di Kota Manado, Riyani Sarai SPsi yang dikenal sebagai barista di Café Mapalus Kopi Manado, Paal IV Manado. Bagi pemilik nomor selular 08218872XXXX ini, sangat menyenangkan saat berselancar di dunia maya, dengan menggunakan kecepatan internet yang disediakan oleh Telkomsel, terutama saat dirinya memperkenalkan varian rasa baru dari kopi di media sosial. “Tidak ada ganguan, dan kecepatan internetnya stabil. Membuat saya terbantu menjajakan berbagai varian kopi, dan menu yang ada di café kami,” jelasnya, sambil mengakui menggunakan nomor dari Simpati Telkomsel sejak tujuh tahun lalu.

Baca juga  Berbagi Kasih dengan Anak anak dan Warga Kurang Mampu dari DAW jelang Natal

 

Dan memperingati Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, Telkomsel menghadirkan tema “Nyalakan Semangat Indonesia”, yang merupakan perwujudan nyata dari peran Telkomsel sebagai penggerak ekosistem digital nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. “Kami berkomitmen menjadi digital enabler yang mewujudkan masyarakat Indonesia berdaya saing tinggi untuk menciptakan masa depan gemilang,” urai Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, sembari menambahkan, Telkomsel terus hadir Memberdayakan masyarakat, pendidikan, lingkungan, usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ada di Indonesia.

 

Seperti diketahui, Telkomsel selama 30 tahun ini konsisten menghubungkan masyarakat Indonesia dengan dukungan lebih dari 280.434 BTS, serta melayani lebih dari 158,4 juta pelanggan mobile dan lebih dari 10 juta pelanggan fixed broadband (IndiHome-B2C) yang tersebar hingga ke seluruh pelosok negeri.  Komitmen Telkomsel, terhadap konektivitas terdepan juga tercermin dari perluasan jaringan 5G secara contiguous yang diperkuat dengan pemanfaatan artificial intelligence (AI), secara end-to-end di 56 kota dan kabupaten sepanjang akhir 2024 hingga 2025, dengan dukungan lebih dari 3.000 BTS 5G. (gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *