MANADO, 7 MEI 2026 – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut yang dirilis belum lama ini, untuk terbaru periode Januari-Maret 2026, nilai ekspor Bumi Nyiur Melambai tercatat mencapai USD 302,88 juta, mengalami kenaikan sebesar 7,84 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sejalan dengan ekspor, aktivitas impor juga mencatatkan pertumbuhan. Nilai impor Sulawesi Utara pada periode yang sama menyentuh angka USD 35,31 juta, atau naik 6,63 persen dibandingkan kuartal pertama tahun 2025.
Dalam rilis yang digelar secara online dan offlin di Kantor BPS Sulut di Manado belum lama ini, Kepala BPS Sulut Watekhi menyebut komoditas andalan ekspor Sulut adalah lemak dan minyak nabati atau yang disebut HS15. “HS15 menyumbang nilai sebesar USD222,29 juta. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 10,03 persen secara year-on-year (y-on-y).
Dan untuk komoditas impor yang masuk adalah bahan bakar mineral (HS 27) menempati posisi teratas dengan nilai USD 21,66 juta. Meski menjadi yang terbesar di kategori impor, komoditas ini justru mengalami penurunan sebesar 12,11 persen dibandingkan periode Januari-Maret 2025. (gracey wakary)





