MANADO, 13 SEPTEMBER 2025 – Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pada 11 September menggelar kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2025 Series#3 di Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi utara (Sulut) di Manado.
Bertemakan “Generasi Muda Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas”, dan sub-tema “Cerdas Finansial Sejak Dini: Muda Bijak, Masa Depan Cerah”, dihadiri oleh 275 mahasiswa di yang ada di enam Perguruan Tinggi (PT) terbaik di Sulut seperti Universitas Sam Ratulangi, Universitas Negeri Manado, Universitas Klabat, Universitas Katolik De La Salle Manado, Institut Agama Islam Negeri Manado dan Politeknik Negeri Manado, serta mahasiswa binaan BI, GenBi.

Kepala BPw BI Sulut, Joko Supratikto, dalam sambutannya menyebut, literasi keuangan tidak hanya sebatas mengenal produk dan layanan, tetapi juga menyangkut kemampuan melindungi diri dari risiko penipuan digital serta memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen keuangan. “Didukung literasi yang memadai, generasi muda tidak hanya menjadi pengguna, namun juga menjadi agen perubahan dalam mendorong perilaku keuangan yang sehat dan produktif di lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.
Melalui program LIKE IT 2025, BI kata Joko menegaskan komitmen untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan, investasi dan pelindungan konsumen. “Tumbuhah menjadi investor yang Cerdas, Cermat dan Cuan atau 3C. Bank Indonesia meyakini bahwa literasi keuangan yang semakin kuat dapat membentuk generasi muda yang lebih siap dalam menghadapi tantangan, memanfaatkan peluang serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan perekonomian yang inklusif dan berdaya saing,” tambahnya.
Ajang sehari penuh ini juga diramaikan dengan diskusi menarik yang menghadirkan para narasumber dari Kementerian Keuangan, BI, LPS, OJK serta pakar finansial Adrian Maulana. LIKE IT 2025 ini, diharapkan dapat memperluas dampak positif literasi keuangan hingga kalangan mahasiswa dan pelajar, sehingga dapat berperan aktif sebagai agen perubahan dalam menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang semakin inklusif, produktif dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (gracey wakary)





