Wapres Bantu Olahan Singkong Masuk Menu MBG Sebagai Wujud Dukung UMKM

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melihat proses pembuatan olahan singkong di Wisata Edukasi Argotelo, Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (7/11/2025). ANTARA/Mentari Dwi Gayati

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

 

SALATIGA, 7 NOVEMBER 2025 (ANTARA) – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membantu memasukkan produk olahan singkong dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung produktivitas UMKM di Salatiga.

 

‎Saat berdiskusi dengan Paguyuban Kampung Singkong di Kecamatan Argomulyo, Salatiga, Jawa Tengah, Jumat, Gibran menanggapi saran dari salah satu anggota UMKM, Nunung yang menginginkan agar olahan singkong dan umbi-umbian dapat masuk di salah satu menu MBG di wilayah Salatiga.

 

‎”Saya kasih contoh Mas, untuk anak saya yang SD, di hari Sabtu itu dia tidak masuk. Terus di hari Jumat gini, dapat menu untuk hari Sabtu, itu dapatnya ‘crackers’, susu, dan buah. Padahal di Kampung Singkong itu sendiri, crackers itu bisa dibuat dari singkong,” kata Nunung di Wisata Edukasi Argotelo, Salatiga, Jawa Tengah.

Baca juga  Rupiah Rabu Pagi Naik 17 poin menjadi Rp16.083 per Dolar AS

 

‎Nunung menjelaskan snack yang umumnya diberikan dalam menu MBG diproduksi oleh pabrik bermerk. ‎Hal itu membuat Nunung resah karena Kampung Singkong telah memproduksi kudapan rumahan dari singkong. ‎Menurut Nunung, selain dapat meningkatkan produktivitas UMKM, masuknya kudapan (crackers) dari singkong dalam menu MBG juga menjadi upaya dalam mengenalkan singkong sebagai pangan lokal kepada generasi muda.

 

‎Menanggapi hal itu, Gibran pun mempertimbangkan akan berkoordinasi dengan pihak Badan Gizi Nasional (BGN) selaku lembaga pelaksana MBG dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan dapur MBG agar bisa menyerap produk dari Kampung Singkong. ‎”Tadi saya baru mikir ini juga. Di SMP tadi menunya nasi, ayam, tahu, dan sayur. Jaraknya enggak ada lima kilometer. Mungkin tiga kiloan. Mungkin nanti bisa disambungkan dengan ini pak, BGN, biar nanti produk-produknya juga bisa masuk.,” kata Gibran.

 

Baca juga  PBB Sangat Khawatir akan Ledakan Penyeranta Mematikan di Lebanon

‎Gibran mengatakan porsi kudapan singkong untuk MBG akan disesuaikan dengan porsi siswa, serta anggaran. ‎Namun demikian, Gibran mengapresiasi inovasi olahan singkong dan ubi, seperti singkong keju, kroket singkong dan nugget ubi. Produk itu pun tersedia dalam bentuk kemasan siap saji. ‎”Saya kira bisa kok (masuk MBG). Kan varian produknya macam-macam tadi. Ada yang basah, ada yang kering, ada yang frozen. Saya kira di sini inovasinya bagus. Nanti kita sambungkan sama BGN,” kata Gibran. ‎

 

‎Dalam kunjungannya ke Wisata Edukasi Argotelo, Gibran juga melihat proses olahan singkong, mulai dari memotong, mengupas dan mencuci singkong. ‎”Oh masih manual ya prosesnya,” kata Gibran saat melihat karyawan sedang mengupas kulit singkong. ‎Gibran juga sempat berbincang dengan para karyawan terkait berapa lama mereka bekerja dan diakhiri dengan foto bersama.

Pewarta : Mentari Dwi Gayati

Editor : Imam Budilaksono

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *