Ini Tips dari Honda – DAW Saat Membonceng Anak

Pentingnya menjaga keamana anak saat berkendara motor.

MANADO, 16 NOVEMBER 2025 – Pengendara motor yang membawa anak anak , harus mengetahui cara mengantar anak dengan benar agar perjalanan tetap aman.

 

Bacaan Lainnya

Dijelaskan oleh Instruktur Safety Riding PT Daya Adicipta Wisesa (DAW), Andhika Reynold Salindeho, membonceng anak di depan justru memiliki beberapa risiko, seperti terbentur setang, terjepit, terganggu kesehatannya, mengurangi visibilitas pengendara, menghambat manuver, hingga membuat pengendara salah membaca panel indikator motor.

 

Lalu, bagaimana cara Cari_Aman saat berkendara dengan anak? Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

 

  1. Gunakan Perlengkapan Berkendara

Anak wajib menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, sebagaimana pengendara. Helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu adalah perlindungan dasar yang wajib digunakan.

Baca juga  Jokowi Sebut Tuduhan Ijazah Palsu adalah Fitnah

 

  1. Posisi Duduk yang Tepat

Pastikan anak duduk di belakang dengan posisi tubuh lurus dan rapat ke pengendara agar dapat memegang tubuh pengendara dengan baik serta menjaga keseimbangan selama perjalanan.

 

  1. Pastikan Anak Siap Dibonceng

Anak harus mampu memegang pengendara dengan kuat. Pegangan ini penting untuk menjaga stabilitas, terutama saat motor bergerak atau bermanuver. Orang tua juga dapat menambahkan sabuk pembonceng. Ingatkan anak agar tidak memainkan kakinya untuk menghindari risiko tersenggol kendaraan lain.

 

  1. Jaga dan Kontrol Kecepatan

Mengontrol kecepatan bertujuan untuk:

  • Mencegah anak terpental atau terguncang saat motor berakselerasi mendadak.
  • Mengurangi risiko anak terlempar saat menikung, mengingat kekuatan pegangan anak belum sekuat orang dewasa.
  • Menghindari pengereman mendadak yang dapat membuat anak merasa tidak nyaman atau panik.
Baca juga  DAW Ungkap Roda Dua Dominasi Lakalantas di Indonesia

 

  1. Atur Waktu, Rute, dan Jarak Perjalanan

Anak memiliki ketahanan fisik yang berbeda dengan orang dewasa. Pilih waktu perjalanan yang lebih nyaman, seperti berangkat lebih pagi untuk menghindari panas, serta sesuaikan jarak dan rute agar anak tidak cepat lelah.

 

  1. Lakukan Konfirmasi Secara Berkala

Tanyakan kepada anak apakah ia merasa haus, mengantuk, atau lelah. Konfirmasi ini membantu orang tua mendeteksi kondisi anak lebih cepat dan mencegah risiko selama perjalanan.

 

“Setiap orang tua tentu ingin anaknya aman saat berboncengan. Karena itu, diperlukan perhatian ekstra dan edukasi sejak dini agar anak dapat merasakan pengalaman berkendara yang aman bersama orang tua,” jelas Andhika. (gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *