JAKARTA, 1 DESEMBER 2025 (ANTARA)— Palang Merah Indonesia (PMI) membuka Layanan Pemulihan Hubungan Keluarga atau Restoring Family Link (RFL) untuk membantu masyarakat yang terpisah dari anggota keluarga akibat bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala Sub Divisi Kesiapsiagaan dan Rekonstruksi Markas Pusat PMI Mujtahidin mengatakan di Jakarta, Senin, layanan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang data korban terdampak bencana, baik yang selamat maupun yang masih dicari. Dia menyebutkan, bantuan ini dibuka untuk dua jenis layanan, yaitu Saya Selamat bagi masyarakat yang ingin melaporkan dirinya selamat dari kejadian bencana kepada PMI.
Selain itu, layanan Saya Mencari bagi keluarga atau kerabat yang mencari anggota keluarganya yang belum dapat dihubungi di lokasi bencana. Dia menambahkan, bagi masyarakat, baik di lokasi bencana maupun di luar lokasi bencana—yang sedang mencari keluarga/kerabat atau ingin melaporkan keberadaannya, dapat menggunakan layanan ini melalui kontak berikut:
PMI Provinsi Aceh – Munandar: 0822-4846-5704 / 0813-6017-8561
PMI Provinsi Sumatera Utara – Friska: 0822-7422-1142
PMI Provinsi Sumatera Barat – Citra: 0813-5617-0153
“Kami mengumpulkan laporan dari masyarakat tidak hanya melalui kontak-kontak di atas, tapi para relawan akan mendata berbagai laporan dari masyarakat di lokasi-lokasi pengungsian. Silakan masyarakat dapat menggunakan layanan ini,” kata Mujtahidin. Dia menambahkan, Layanan Pemulihan Hubungan Keluarga ini juga tersedia di markas PMI tingkat kabupaten/kota. Pihaknya juga mengerahkan tim lapangan untuk mengumpulkan dan mencatat laporan dari masyarakat, termasuk di lokasi-lokasi pengungsian.
“Kami membuka layanan ini agar mereka yang terdampak bencana tetap memiliki akses informasi tentang keluarga mereka. Dengan terhubungnya komunikasi, kami berharap dapat membantu mengurangi tekanan psikologis bagi masyarakat yang sedang mencari,”kata Mujtahidin. Layanan Pemulihan Hubungan Keluarga ini akan dibuka selama 2 minggu, katanya, menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Adapun jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah menjadi 442 jiwa, sebagaimana dinyatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam laporan yang diterima di Jakarta. “Sementara itu untuk total korban hilang di tiga provinsi mencapai 402 jiwa,” kata Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta itu
BNPB menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah daerah, TNI–Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, serta relawan terus mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pencarian korban, memastikan pemenuhan kebutuhan dasar, dan membuka akses ke wilayah yang masih terisolasi hingga Senin atau hari ke tujuh ini darurat bencana ini.
Oleh Mecca Yumna Nig Prisie
Editor : Triono Subagyo





