MANADO, 9 DESEMBER 2025 – Layanan transportasi roda tiga berbasis aplikasi, Bajaj Maxride secara resmi kembali beroperasi di Kota Manado.
Dalam operasional terbarunya, Maxride memfokuskan layanan di lima kecamatan utama, yakni Malalayang, Mapanget, Singkil, Tuminting, dan Wanea. Dalam siaran pers yang diterima MANDONES dijelaskan, kehadiran kembali armada ini membawa misi ganda yaitu meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat serta memberikan stimulus bagi perekonomian lokal melalui penciptaan lapangan kerja baru.
Manajemen Maxride juga menyatakan kesiapannya menjadi bagian dari solusi atas tantangan tersebut dengan menyerap tenaga kerja dari sektor informal dan masyarakat usia produktif. “Hadirnya Bajaj Maxride di Manado akan membuka banyak manfaat sosial, dari lapangan pekerjaan baru, peluang investasi nyata, hingga penyediaan akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh warga kota,” ujar Branch Manager Maxride Manado, Jhon Ferdinand Senewe.
Model bisnis ini sebelumnya telah diterapkan di berbagai kota besar seperti Makassar, Medan, Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Pekanbaru, di mana Maxride tercatat mampu memberikan pendapatan harian yang stabil bagi ribuan mitra kerjanya. Bajaj Maxride menawarkan keunggulan operasional yang aman di segala cuaca dengan tarif terjangkau. Pemesanan unit dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi Maxride yang tersedia di iOS dan Android.
Secara teknis, armada Maxride didukung mesin modern 200cc SOHC dengan teknologi DTSI (Double Twin Spark Injection). Teknologi ini menjanjikan efisiensi bahan bakar hingga 1 liter per 25 km serta emisi yang lebih ramah lingkungan. Unit kendaraan yang digunakan memiliki Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) hitam, menjadikannya kendaraan multifungsi. Selain untuk angkutan penumpang, unit ini dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi, angkutan barang, hingga mini food truck.
Dengan izin operasional yang telah dikantongi, Maxride berkomitmen untuk melangkah bersama masyarakat Manado membangun kota yang lebih produktif, inklusif, dan modern. Dalam siaran pers ini juga menjelaskan, adanya peluang investasi skema “Juragan”, yaitu membuka lowongan bagi mitra pengemudi, Maxride juga menghadirkan peluang bagi pengusaha muda melalui skema investasi “Juragan Bajaj Maxride”. Skema ini diklaim memiliki risiko rendah dengan profitabilitas tinggi. Dimana Para investor berpotensi mendapatkan keuntungan hingga 21% per tahun atau estimasi sekitar Rp2,5 juta per bulan.
Angka imbal hasil ini dinilai kompetitif jika dibandingkan dengan bunga bank konvensional maupun instrumen investasi aset digital. Momentum beroperasinya kembali Maxride dinilai strategis di tengah tantangan ketenagakerjaan daerah. Berdasarkan data per Agustus 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Manado tercatat mencapai 8,51% dari total 1,42 juta angkatan kerja—angka tertinggi di Provinsi Sulawesi Utara. (gracey)




