BRIN Kembangkan Produk Mi Sehat Bebas Gluten Berbasis Sorgum

Petani memanen tanaman sorgum di Pusat Pengembangan Sorgum Nasional, Sein Farm, Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/11/2025). Kementerian Pertanian bersama DKPP Kota Bandung, Sorgum Center Indonesia dan Universitas Pasundan menggelar panen raya di perkebunan percontohan sorgum Indonesia dengan total panen mencapai tiga ton sorgum basah dan 1.5 ton sorgum kering serta dari panen tersebut, Kementerian Pertanian akan membuka lahan 5.000 hektar untuk penanaman sorgum di seluruh Indonesia pada 2026. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

 

JAKARTA, 21 JANUARI 2026 (ANTARA) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong diversifikasi dan ketahanan pangan lokal dengan mengembangkan produk makanan sehat mi alternatif bebas gluten berbasis sorgum.

 

Kepala Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) BRIN Hens Saputra melalui keterangan di Jakarta, Rabu menegaskan pentingnya kedaulatan dan ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan sumber pangan alternatif selain beras dan jagung. Salah satu komoditas potensial yang dinilai sesuai dengan kondisi Indonesia adalah sorgum.

 

Baca juga  Kiat Terhindar dari Dehidrasi Hingga Heat Stroke saat Cuaca Panas

“Sorgum memang belum terlalu dikenal masyarakat luas, namun sangat cocok dibudidayakan di Indonesia dan kaya serat. Tanaman ini juga relatif tahan terhadap cuaca ekstrem,” kata Hens. Hens menyoroti tingginya konsumsi terigu di Indonesia masih bergantung pada impor, sementara gandum tidak dapat tumbuh optimal di dalam negeri. Di sisi lain, minat masyarakat terhadap produk roti dan mi sangat besar. Ia menilai kondisi ini membuka peluang pengembangan mi nonterigu berbasis sorgum sebagai alternatif pangan sehat dan berkelanjutan.

 

Maka dari itu, BRIN menggandeng sejumlah perusahaan swasta untuk menggelar pelatihan alih teknologi agar produk mi berbasis sorgum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Ke depan, Hens berharap pengembangan produk berbasis sorgum dapat terus berlanjut dan mendorong terbentuknya industri sorgum yang terintegrasi. Tidak hanya untuk pangan, tetapi juga untuk pakan ternak, energi terbarukan seperti etanol dan biomassa, serta sektor lainnya.

Baca juga  Rupiah pada Kamis Pagi Melemah Tajam jadi Rp16.225 per Dolar AS

 

“Keberadaan industri mi sorgum diharapkan mampu mendorong tumbuhnya industri kecil dan menengah, membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar, serta menarik keterlibatan mitra, termasuk dari luar negeri,” tutur Hens Saputra. Diketahui, saat ini telah dikembangkan pula berbagai produk lain berbasis sorgum, seperti gula, kecap, dan tepung. Tak hanya itu, sorgum juga tengah dikembangkan sebagai bahan baku produk perawatan kulit dalam bentuk face mist.

 

Oleh Sean Filo Muhamad

Editor : Triono Subagyo

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *