Bakti Komdigi Bantu Layanan Internet Hingga 70 Titik di Pulang Pisau

Kabid Pengelolaan Informasi Publik Diskominfostandi Pulang Pisau, Hidayat Briyantara. ANTARA/Dita Marsena

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

 

PULANG PISAU, 22 JANUARI 2026 (ANTARA) – Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostandi) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan pada 2025 sebanyak 70 titik di sejumlah kecamatan telah menerima bantuan layanan internet dari Bakti Komdigi.

 

“Bantuan tersebut diusulkan melalui aplikasi resmi Bakti dan diperuntukkan bagi sekolah, desa serta fasilitas umum,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfostandi Pulang Pisau Hidayat Briyantara di Pulang Pisau, Kamis.

 

Menurut dia, pada 2025 terdapat enam desa yang masih mengalami kesulitan akses internet. Enam desa tersebut memperoleh bantuan perangkat Starlink dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah guna mendukung konektivitas jaringan internet.

Baca juga  BPS Sulut ungkap Angkutan Udara dan Tomat Penyebab Manado Inflasi 0,11 Persen di Juni 2023

 

Persoalan blank spot, katanya, masih ada di beberapa wilayah di kabupaten setempat dan diharapkan untuk menjadi perhatian pemerintah pusat setiap tahunnya dalam proses pengusulan. “Setiap tahun pemerintah pusat meminta data wilayah yang masih mengalami kesulitan sinyal atau blank spot sehingga pendataan harus dilakukan secara akurat,” ujarnya.

 

Dia mengatakan, pada 2026 ini, melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), pemerintah daerah kembali menawarkan kesempatan kepada desa-desa yang belum mendapat bantuan internet, khususnya untuk fasilitas sekolah. Pengajuan tersebut dapat difasilitasi oleh Dinas Kominfostandi atau diajukan langsung melalui Bakti. “Tahun 2026 ini kami masih belum dapat memastikan apakah bantuan perangkat Starlink kembali diberikan seperti tahun sebelumnya,” terangnya.

Baca juga  WPI: Peningkatan Literasi Perempuan Berdampak pada Kualitas SDM

 

Ia menyatakan, proses kerja sama dan mekanisme bantuan ke depan terus dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Pada 2025, pihaknya belum memiliki kegiatan khusus terkait penanganan blank spot. Namun pada 2026 direncanakan dilakukan peninjauan lapangan untuk pemetaan titik-titik tersebut. “Kami akan melakukan kunjungan langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi wilayah yang benar-benar membutuhkan jaringan internet,” katanya.

 

Pewarta : Kasriadi

Editor : Nurul Hayat

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *