MANADO, 5 FEBRUARI 2026 – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan tingkat aktivitas Gunung Lokon di Sulawesi Utara pada Level II (Waspada).
Untuk itu masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sekitar kawah aktif. Dari laporan berkala dari Pos Pengamatan Gunungapi Lokon menunjukkan adanya aktivitas vulkanik yang konsisten.
Dimana Petugas pengamat Armando Manguleh, mencatat munculnya asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang. “Asap kawah bertekanan lemah teramati mencapai ketinggian 5 hingga 15 meter di atas puncak kawah,” tulis Armando dalam laporan resmi MAGMA-VAR, Kamis pagi tadi.
Menurut data kegempaan, secara meteorologi, cuaca di sekitar Gunung Lokon terpantau cerah hingga berawan dengan suhu udara berkisar antara 19-29 °C. Meski gunung terlihat jelas, instrumen merekam sejumlah aktivitas kegempaan, di antaranya dua kali gempa hembusan dengan durasi 22-30 detik, dua kali gempa vulkanik Dalam (Amplitudo 8-37 mm), dan tiga kali gempa Tektonik Jauh.
Untuk itu PVMBG merekomendasi keamananketat bagi warga dan wisatawan dengan dilarang mendekati atau beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan, yang merupakan pusat aktivitas. Antisipasi hujan abu jika terjadi erupsi, warga diimbau tetap berada di dalam rumah. Apabila harus keluar, wajib menggunakan pelindung diri seperti masker dan kacamata.
Serta mewaspadai adanya lahar dingin, maka masyarakat diminta waspada terhadap potensi ancaman lahar di sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon, terutama saat terjadi hujan deras. (vero)





