MANADO, 5 FEBRUARI 2026 – Ekonomi Sulawesi utara (Sulut) di akhir 2025 lalu, bergerak tumbuh dan aktif diberbagai sektor, dan ini menjadi harapan baik menatap 2026 ini.
Ini kuatkan dengan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, siang tadi. Tidak tanggung tanggung pertumbuhan ekonomi pada Triwulan IV 2025 berada di angka 5,95% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year atau yoy).
“Pertumbuhan ini didorong oleh aktivitas ekonomi domestik yang tetap kuat, dengan total nilai Produk Domestik Regional Bruto atau DRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp55,59 triliun. Secara kumulatif, ekonomi Bumi Nyiur Melambai sepanjang tahun 2025 mampu tumbuh sebesar 5,66 persen,” jelas Kepala BPS Sulut Agus Sudibyo.
Dia kemudian mengurai data BPS Sulut penopang hal diatas, mulai dari jumlah perjalanan wisatawan lokal (nusantara) melonjak hingga 72,97%. Tak hanya itu, wisatawan mancanegara pun semakin banyak yang jatuh cinta pada keindahan Sulut, dengan kenaikan kunjungan sebesar 57,36%. Tren positif juga terlihat dari penggunaan transportasi laut dan udara. Dimana, kapal laut menjadi primadona dengan kenaikan penumpang mencapai 20,69%, sementara jalur udara juga tumbuh stabil sebesar 9,59%.
Salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di Sulut, komsumsi rumah tangga dengan komsumsi listriknya yang naik sebesar 4,52%, menandakan aktivitas di dalam rumah yang lebih produktif dan nyaman pada triwulan penutup 2025 lalu. “Kepercayaan diri warga untuk memenuhi kebutuhan hidup juga terlihat dari kredit konsumsi yang meningkat sekitar 6,80%,” urainya di Kantor BPS Sulut di Manado.
Sementara inflasi di Sulut, tetap terjaga saat menjelang dan menutup tahu, ini ditandai dengan harga-harga kebutuhan masyarat berupa tetap stabil dengan angka inflasi di bulan Desember yang hanya sebesar 1,23%.
Untuk pembangunan dan investasi Sulut terus membaik. Pengadaan semen tumbuh sebesar 11,70%, ikutt memiliki kontribusi pada ekonomi daerah ini. Dan kepercayaan para pengusaha untuk menanamkan modalnya alias berivestasi di Sulut meningkat signifikan sebesar 35,58% sepanjang tahun 2025. (gracey wakary)




