MANADO, 5 FEBRUARI 2026 – Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) memiliki peran yang sangat sentral dan stretegis sebagai penggerak ekonomi di Nyiur melambai.
Ini diungkapkan oleh Deputi Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Renold Asri, dalam High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building (CB) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Bolmong dan BI KPw Sulut di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, pagi tadi.
“Sebagai daerah yang memiliki peran strategis di Sulut, maka BI mendorong agar Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan atau GNPIP tahun ini fokus pada optimalisasi lumbung pangan dan sentra produksi,” kata Asri. Untuk mendukung hal tersebut, Asri mengusulkan pemanfaatan teknologi pascapanen, seperti teknologi ozonisasi, guna menjaga kualitas komoditas yang mudah rusak.
“Langkah ini tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga mendorong hilirisasi produk pangan untuk kesejahteraan petani,” ujarnya dihadapan Wakil Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow, Dony Lumenta dan pimpinan SKPD yang hadir. Selain itu, BI mendorong penguatan kemitraan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). (gracey wakary)





