Anggota DPR: Pemerintah Perlu Perkuat Edukasi Publik Cegah Virus Nipah

Ilustrasi: Presentasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait virus Nipah dalam "Mengantisipasi Penyebaran Virus Nipah di Indonesia - FDD12 - Edisi 264" di Jakarta, Rabu (4/2/2026). ANTARA/HO - YouTube Forum Diskusi Denpasar 12 (Mecca Yumna)

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

 

JAKARTA, 5 FEBRUARI 2026 (ANTARA) – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mendorong pemerintah untuk memperkuat edukasi publik mengenai langkah pencegahan penularan virus Nipah.

 

“Edukasi ini penting agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat tanpa menimbulkan stigma maupun ketakutan berlebihan,” kata Netty di Jakarta, Kamis.

 

Ia mencontohkan publik perlu diedukasi mengenai langkah-langkah pencegahan sederhana namun krusial, seperti keamanan konsumsi pangan, pengolahan produk hewani secara benar, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

 

Berikutnya Netty juga menyoroti pentingnya penguatan riset dan kolaborasi lintas lembaga, termasuk antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan BRIN serta institusi akademik, mengingat hingga kini belum tersedia obat maupun vaksin spesifik untuk virus Nipah.

Baca juga  Penukaran Uang Layak Edar di SERAMBI Sulut Capai Rp12,73 M

 

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa langkah penguatan kewaspadaan nasional terhadap potensi penularan virus Nipah bernilai penting untuk dilakukan, seiring meningkatnya kasus di sejumlah negara.Menurut Netty, saat ini belum terdapat kasus terkonfirmasi virus Nipah pada manusia di Indonesia. Namun kewaspadaan tetap harus diperkuat mengingat karakter virus yang bersifat zoonotik dan memiliki tingkat kematian yang tinggi.

 

Ia menilai kewaspadaan yang dilakukan pemerintah merupakan langkah pencegahan yang proporsional. Langkah tersebut bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan memastikan sistem kesehatan nasional siap menghadapi potensi risiko.

 

Netty mengapresiasi diterbitkannya Surat Edaran (SE) Kemenkes tentang kewaspadaan terhadap Virus Nipah yang mengatur pengetatan pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional, alat angkut, serta barang dari luar negeri, khususnya dari negara terdampak.

Baca juga  Antisipati Lonjakan Trafik di Nataru Indosat Ooredoo Hutchison Tingkatkan Kapasitas Hingga 33 Persen

 

Menurutnya, penguatan pengawasan di pintu masuk negara melalui thermal scanner, pendataan pada aplikasi Satu Sehat Health Pass, serta kesiapsiagaan petugas kesehatan merupakan langkah yang tepat dan perlu dijalankan secara konsisten.

 

Diketahui, virus Nipah merupakan virus yang menyebabkan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Penularan ke manusia dapat terjadi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi.  Gejalanya dapat berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, peradangan otak, hingga koma.

 

 

Oleh Tri Meilani Ameliya

Editor : Risbiani Fardaniah

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *