MANADO, 6 FEBRUARI 206 – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sore tadi mengeluarkan peringatan pada masyarakat Sulawesi utara (Sulut), terhadap dampak cuaca ekstrem yang masih akan terjadi hingga besok.
Dalam siaran pers yang diterima MANADONES, dijelaskan bahwa Sulut masuk kawasan yang akan terpapar ancaman bencana hidrometeorologi akibat kombinasi fenomena atmosfer dan aktivitas Badai Tropis “PENHA” yang saat ini berada di utara Pulau Mindanao,Fipina.
Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi, Dhira Utama, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis dinamika atmosfer, terdapat beberapa fenomena signifikan yang memicu peningkatan curah hujan. “Badai Tropis PENHA diprediksi bergerak ke arah barat-barat laut. Hal ini membentuk pola konvergensi yang memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan dan angin kencang di wilayah Sulawesi Utara,” ujar Dhira dalam keterangan resminya.
Selain faktor badai, prediksi spasial Equatorial Rossby juga turut berkontribusi dalam mempercepat pembentukan awan hujan di wilayah tersebut. Diurai BMKG, beberapa kawasan di Sulut diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan petir serta angin kencang akan terjadi di Minahasa Utara (Minut), Minahasa Selatan (Minsel), dan Bolaang Mongondow (Bolmong).
Disebut juga, kondisi ini memicu risiko tinggi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, tanah longsor, hingga pohon tumbang. BMKG menghimbau Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Kota, serta masyarakat untuk meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan. Perhatian khusus diminta bagi warga yang tinggal di daerah bertopografi curam, pegunungan, maupun tebing yang rawan longsor.
“Mengingat cuaca bersifat sangat dinamis, kami meminta warga untuk terus memantau informasi terkini hingga tingkat kelurahan melalui kanal resmi kami di aplikasi infoBMKG atau media sosial @infocuaca_sulut,” tambah Dhira. (vero)




