Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Berpotensi Terjadi di Sulut Hingga 19 Februari

Hujan yang terjadi belum lama di Manado, di kawasain Kairagi.

MANADO, 15 FEBRUARI 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara (Sulut)  mengeluarkan peringatan dini terkait akan hadirnya potensi cuaca ekstrem dan fenomena banjir pesisir (rob), yang diprediksi melanda sejumlah wilayah di Nyiur melambai hingga 19 Februari 2026 mendatang.

 

Bacaan Lainnya

Prakiraan ini, dalam siaran pers yang diterima MANADONES sore tadi disebutkan berdasarkan analisis atmosfer terkini, dimana penguatan Monsun Asia dan aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) memicu peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Baca juga  Honda CB650R Dijual dengan Harga Rp291 Juta

 

Peringatan Dini Cuaca Darat

 

Untuk periode 15 hingga 18 Februari 2026, BMKG menetapkan status Siaga dan Waspada bagi wilayah Sulawesi Utara. Beberapa area yang diprediksi terdampak hujan lebat meliputi Kota Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, dan Minahasa Tenggara. Kemudian di wilayah kabupaten kepulauan seperti di Sangihe, Talaud, dan Sitaro. “Untuk itu, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi angin kencang yang dapat memicu pohon tumbang. Dan juga diimbau tetap tenang namun waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air, terutama bagi warga yang tinggal di lereng bukit dan bantaran sungai,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

 

Kondisi Perairan dan Potensi Banjir Rob

Baca juga  JM Manado Bitung Gadeng HNSI dan Ispikani Salurkan Bantuan di Kema

 

Selain cuaca ekstrem di darat, BMKG juga memberikan perhatian khusus pada wilayah pesisir. Fenomena fase Bulan Baru memicu potensi banjir rob di pesisir Sulawesi Utara, termasuk Manado, Bitung, Minahasa, dan Kepulauan Talaud-Sangihe dalam rentang waktu 15-24 Februari 2026.

 

Di sektor pelayaran, gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Sulawesi bagian tengah dan timur. Kemudian di perairan utara Sulut, kawasan perairan Kepulauan Sangihe dan Talaud, dan Laut Maluku. Para nelayan dan operator kapal feri diminta untuk terus memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di laut demi keselamatan pelayaran. (vero)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *