Kapolda Ingatkan jajaran Perkuat Pengawalan Asta Cita di Sulut

Kapolda Sulut ), Irjen Pol Roycke Harry Langie.

MANADO, 25 FEBRUARI 2026 – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara (Sulut), Irjen Pol Roycke Harry Langie, mengingatkan aparat keamanan yang bertugas di Polda Sulut tentang pengawalan pada Asta Cita.

 

Bacaan Lainnya

Ini ditegaskan Kapolda saat membuka secara resmi Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Sulut Tahun 2026 yang digelar di Aula Tri Brata, Rabu (25/2) siang tadi. Dalam arahannya, Irjen Pol Roycke Harry Langie menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat stabilitas keamanan daerah melalui penegakan hukum yang tegas namun tetap humanis. Ia memberikan peringatan keras terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat yang merugikan negara.

Baca juga  Empat Jabatan Strategis Polda Sulut Resmi Miliki Pejabat Baru

 

“Pemberantasan narkoba, judi online, korupsi, dan penyelundupan adalah persoalan penting yang tidak boleh dianggap enteng. Penegak hukum tidak boleh ragu untuk bertindak tegas,” ujar Irjen Pol Roycke Harry Langie. Tidak ketinggalan diingatkan juga untuk dukungan Polda Sulut terhadap kedaulatan pangan dan energi.

 

Pada Rapim ini, Kapolda juga menargetkan pengelolaan lahan seluas 8.571,61 Ha pada tahun 2026 melalui sinergi dengan kelompok tani. Khusus     Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kapolda memastikan pembangunan 15 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sulawesi Utara rampung tepat waktu pada Maret 2026. “Para Kapolres diminta mendata dan memperbaiki jembatan rusak guna menjamin keselamatan akses pendidikan dan ekonomi warga,” tuturnya.

 

Khusus berlakunya KUHP (UU No. 1/2023), dan KUHAP (UU No. 20/2025) per 2 Januari 2026, Kapolda mewajibkan seluruh personel hingga tingkat Polsek untuk mendalami regulasi tersebut. Ia menekankan penerapan Restorative Justice (keadilan restoratif) sebagai instrumen utama dalam penyelesaian perkara.

Baca juga  Prabowo Tandatangani Deklarasi Penerimaan Timor-Leste Anggota ASEAN

 

Transformasi pelayanan publik juga menjadi sorotan, di mana Kapolda mendorong perubahan paradigma aparat dari berbasis kekuasaan (power based) menjadi berbasis kepercayaan (trust based), dengan mengoptimalkan Call Center 110 sebagai ujung tombak layanan.

 

Tidak ketinggalan diingatkan juga tentang pentingnya mitigasi bencana alam di wilayah Sulut melalui penguatan sistem peringatan dini. Ia juga mengajak anggotanya menyukseskan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di lingkungan kerja. “Menjadi polisi bukan sekadar ingin dikenal, namun sebuah panggilan dari jiwa dan raga. Sentuhlah hati masyarakat dan buat mereka percaya,” pungkasnya. (vero)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *