MANADO, 26 FEBRUARI 2026 – Kepala Kantor Otoraritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi utara dan Gorontalo (Sulutgo), Robert Sianipar kembali mengingatkan masyarakat, untuk selalu waspada dengan aktivitas kegiatan keuangan yang menjanjikan kemudahan namun beresiko tinggi.
“Jangan ke rentenir, pergilah ke bank, untuk menambah modal usaha. Jika ada yang datang untuk menawarkan pinjaman atau pembiayaan, dengan iming iming bunga rendah atau mengajak untuk berinvestasi dengan bunga tinggi sekira 30 persen. Maka waspada,” kata Sianipar, dihadapan 150 nelayan dan masyakat desa, yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Minut, siang tadi di Gazebo Wisata Mangrove Desa Wisata Darunu, Minahasa Utara (Minut).
Dalam kegiatan Literasi Keuangan Masyarakat Pesisir, yang merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan atau GENCARKAN ini, Sianipar menyebut agar warga yang hadir menggunakan rumus dua L atau LL yang merupakan kependekan dari kata Legal dan Logis. “Cek legal dan logis dari investasi atau pinjaman yang datang pada kalian, cek apakah mereka terdaftar di OJK dan sadari kenyataan dengan bunga yang mereka tawarkan. Ini agar kita tidak jadi korban investasi illegal dan bodong,” tambahnya.
Kegiatan ini sendiri merupakan kegiatan kerja sama OJK Sulutgo dengan menggandeng Pemkab Minut, BRI, BSG dan HNSI Minut. Menariknya kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI dapil Sulut, Rio Dondokambey yang memberikan apresiasi atas kegiatan literasi keuangan ini.

Mantan Ketua umum KADIN Sulut ini juga menyoroti tentang banyaknya ketergantungan pada kegiatan dan investasi bodong, untuk itu dia berharap OJK Sulutgo bisa terus melakukan literasi keuangan disemua kalangan terutama generasi muda. “GENCARKAN ini sangat baik, dan harapan saya gerakan ini bisa diteruskan dengan program lancarkan keuangan yang mendorong semua masyarakat teliti saat melakukan kegiatan keuangan dengan pihak terntu,” tambahnya.
Sebelumnya OJK Sulutgo bersama tim BSG dan BRI telah melakukan literasi keuangan dengan mengenalkan program dan produk keuangan yang aman dan diperuntukkan pada masyarakat pemilik UMKM dan nelayan.(gracey wakary)





