Indonesia Maju sebagai Kandidat Komite Warisan Budaya UNESCO

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam Sidang Executive Board ke-224 UNESCO di Paris, Kamis (23/4/2026) ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

 

JAKARTA, 24 APRIL 2026 (ANTARA) – Indonesia mencalonkan diri sebagai anggota Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage UNESCO untuk periode 2026-2030.

 

Pencalonan tersebut disampaikan dalam Sidang Executive Board ke-224 UNESCO di Paris, Kamis (23/4) waktu setempat, sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya global. Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon memaparkan langsung visi dan prioritas Indonesia melalui platform Living Heritage, Shared Future di hadapan sekitar 300 delegasi negara anggota dan sekretariat UNESCO.

Baca juga  Menikung yang Aman dan Benar untuk Pengendara Motor ala Honda – DAW

 

Dalam pemaparannya, Fadli menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat pelindungan warisan budaya takbenda berbasis komunitas, mendorong kerja sama yang setara, serta memperluas akses dukungan internasional bagi negara berkembang.

 

Sebagai bagian dari upaya diplomasi budaya, Indonesia juga menampilkan Tari Pendet dan Gamelan dalam forum tersebut. Tari Pendet merupakan bagian dari Tiga Genre Tari Tradisional Bali yang diinskripsi UNESCO pada 2015, sedangkan Gamelan diinskripsi sebagai warisan budaya takbenda dunia pada 2021

 

Selain itu, Indonesia mengusulkan pembentukan Asia-Pacific Center for Community-Based Safeguarding of Intangible Cultural Heritage sebagai Category 2 Centre UNESCO yang akan berlokasi di Indonesia.

 

Usulan tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas kawasan Asia-Pasifik dalam pelestarian budaya, pertukaran pengetahuan, dan kerja sama antarnegara. Pemerintah menilai pencalonan ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kebijakan kebudayaan global sekaligus menggalang dukungan dari negara anggota UNESCO.

Baca juga  Shin Tae-Young Panggil 27 Nama untuk Hadapi Bahrain dan China

 

Delegasi Indonesia dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti, Direktur Diplomasi Raden Usman Effendi, serta Kepala Museum dan Cagar Budaya Esti Nurjadin.

 

Partisipasi aktif Indonesia di UNESCO diharapkan dapat meningkatkan dukungan terhadap pencalonan tersebut serta mempertegas peran Indonesia dalam kerja sama multilateral di bidang kebudayaan.

 

Pewarta : Farika Nur Khotimah

Editor : Mahmudah

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *