MANADO, 16 MEI 2026 – Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, perusahaan pembiayaan Astra Credit Companies (ACC) menanam 5.000 bibit mangrove bakau di kawasan Pelangi Kapuas Park, Desa Sungai Kupah, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (11/5/2026) lalu.
Aksi lingkungan ini, disebut dalam siaran pers yang diterima MANADONES merupakan langkah nyata perusahaan dalam merehabilitasi kawasan pesisir sekaligus mendukung upaya mitigasi dampak perubahan iklim global.
Chief Operating Officer ACC, Devy Santoso Jayadi menegaskan bahwa penanaman mangrove ini merupakan bagian dari implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) ACC pada pilar lingkungan. Program ini difokuskan pada pelestarian ekosistem pesisir serta penguatan ekonomi masyarakat lokal.
“Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen ACC dalam mengedepankan aspek keberlanjutan. Melalui penanaman mangrove ini, ACC berharap dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujar Devy dalam keterangan tertulisnya.
Agenda penanaman bibit mangrove ini dihadiri langsung oleh jajaran manajemen ACC, antara lain Chief Human Capital Officer Fredericus Radix Wikanto, EVP Corporate Communication & ESR Riadi Prasodjo, Area Manager ACC Kalimantan Willy Winardi, Area Manager Sulawesi Kalimantan Lince Tandililing, dan Branch Manager ACC Pontianak Benny Luck.
Turut serta dalam aksi tersebut, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalimantan Barat Setiyo Haryani, serta Kepala Desa Sungai Kupah Ismail.
Tidak hanya fokus pada pemulihan ekosistem pesisir, dalam rangkaian kegiatan yang sama, ACC juga menggelar program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pontianak. Langkah ini diambil untuk mendorong potensi produk lokal berbasis sumber daya alam agar lebih optimal, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Sebagai stimulus pengembangan bisnis, ACC menyalurkan bantuan berupa dukungan sarana usaha guna menunjang proses produksi serta suntikan modal usaha bagi para pelaku UMKM setempat. (gracey wakary)





