MANADO, 29 MEI 2026 – Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dari Fakultas Pertanian (Faperta), kembali memberikan prestasi gemilang untuk ukuran nasional.
Pasalnya, tim yang beranggotan lima mahasiswa dari program Agribisnis ini lolos mendapatkan pendanaan nasional dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti), usai menghasilkan inovasi kekinian yang amat berguna bagi dunia pertanian.
Dijelaskan oleh Widy Oktavia, inovasi yang mereka lakukan adalah mengembangkan sistem smart farming berbasis IoT (Internet of Things), yang dirancang untuk mengatasi tantangan pertanian di wilayah tropis. “Saat ini semua cenderung menggunakan akses digital, dan inilah yang kami bangun untuk mendorong petani kita, dengan bertani menggunakan smart teknologi,” katanya pada MANADONES.
Sistem ini, ujarnya akan mengotomatiskan pemantauan lingkungan dan pengelolaan air untuk meningkatkan efisiensi hasil panen. Juga untuk memantau dan mengontrol kondisi lahan secara real-time menggunakan smartphone.
Sementara itu, Belmawa Dikti merupakan bantuan hibah bagi mahasiswa, yang diproses dengan mengedepankan sistem dan temuan yang bisa dampak pada masyarakat. Nilai bantuan hibah ini, seperti diungkap dalam https://simbelmawa.kemdiktisaintek.go.id/portal/ bernilai hingga Rp6 juta hingga Rp8 juta. (gracey wakary)





