MANADO, 20 JULI 2026 — Nelayan dan pengguna transportasi laut di perairan Sulawesi utara (Sulut), sepanjang tiga hari kedepan akan berhadapan dengan gelombang tinggi.
Dalam siaran pers yang diterima MANADONES dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, ketinggian gelombang akan mencapai 2,5 meter, dan diprakirakan mulai terjadi mulai Senin, 20 Juli 2026 pukul 08.00 WITA hingga Kamis, 23 Juli 2026 pukul 08.00 WITA.
Diuraikan BMKG, angin pada umumnya dominan bertiup dari arah Tenggara ke Barat Daya. Kecepatan angin rata-rata diperkirakan bergerak di kisaran 6 hingga 25 knots. “Kecepatan angin tertinggi berpeluang terjadi di Perairan Minahasa Utara, Perairan Kepulauan Sitaro, dan Laut Maluku,” tulis BMKG Maritim Bitung dalam rilis resminya.
Meningkatnya kecepatan angin ini memicu potensi kenaikan tinggi gelombang di kisaran 1,25 hingga 2,5 meter, yang masuk dalam kategori tinggi gelombang sedang. BMKG merinci beberapa wilayah perairan di Sulawesi Utara dan sekitarnya yang berpeluang mengalami gelombang sedang tersebut, di Perairan Selatan Sulut, Perairan Minahasa Utara, Perairan Kepulauan Sitaro, Perairan Kepulauan Sangihe, Perairan Kepulauan Talaud dan Laut Maluku.
“Masyarakat yang beraktivitas di pesisir dan laut, terutama para nelayan tradisional serta operator moda transportasi laut, diimbau untuk tetap waspada dan memperhatikan risiko keselamatan pelayaran akibat kecepatan angin dan tinggi gelombang ini,” tulis BMKG dalam siaran persnya. (vero)




