Kemnaker Siapkan SDM Hadapi Transisi Ekonomi Hijau, Bidik 3,88 Juta Potensi Green Jobs

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.

JAKARTA, 27 AGUSTUS 2026 — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan strategi komprehensif guna memastikan tenaga kerja nasional siap menghadapi pergeseran struktur industri menuju ekonomi hijau.

 

Bacaan Lainnya

Langkah ini ditujukan untuk menyerap potensi green jobs di Indonesia yang diproyeksikan mencapai 3,88 juta orang berdasarkan data Outlook Ketenagakerjaan 2026. Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyatakan, peluang ketenagakerjaan di sektor hijau sangat terbuka lebar seiring melimpahnya modal sumber daya manusia (SDM) di dalam negeri.

Baca juga  Skutik Premium All New Honda Vario 160 Resmi Dihadirkan AHM untuk Indonesia

 

“Peluang transisi ini sangat besar karena Indonesia memiliki modal ketenagakerjaan yang melimpah,” ujar Afriansyah dalam Forum Indonesia’s Sustainability 360 di Jakarta, Kamis (27/8/2026). Guna mengoptimalkan peluang tersebut, Kemnaker berfokus mengatasi tiga kesenjangan utama di pasar kerja, yakni informasi, kompetensi, dan akses.

 

Penyesuaian standar kompetensi industri hijau, pelatihan vokasi, serta program upskilling dan reskilling disiapkan bagi angkatan kerja baru maupun pekerja eksisting agar adaptif terhadap perkembangan teknologi ramah lingkungan.

 

Kemnaker menetapkan lima pilar kebijakan utama:

 

Penguatan sistem informasi pasar kerja.

 

Pembaruan standar kompetensi industri hijau.

 

Pengembangan pelatihan vokasi responsif industri.

 

Penguatan mekanisme pencocokan (matching) dan penempatan kerja.

Baca juga  Kentrell Barkley Raih Gelar MVP IBL 2024

 

Penyediaan perlindungan dan jaminan pekerjaan layak.

 

Afriansyah menegaskan, keberhasilan transisi ini bertumpu pada kolaborasi lintas sektor. Pemerintah bertindak sebagai regulator dan penyedia data pasar kerja, sementara dunia usaha berperan membuka lowongan serta menyediakan fasilitas pemagangan. Di sisi lain, lembaga pendidikan bertanggung jawab memperbarui kurikulum secara adaptif, didukung skema pembiayaan lembaga keuangan serta pengawasan hak pekerja oleh serikat buruh.

 

“Dengan kesiapan SDM, kebijakan yang tepat, serta keterlibatan berbagai pihak, perubahan menuju ekonomi hijau diharapkan memberi manfaat yang lebih luas bagi pekerja dan masyarakat Indonesia,” pungkas Afriansyah. (gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *