MANADO, 5 SEPTEMBER 2026 – Bagi Kayla Rakinaung, memilih melanjutkan pendidikan di Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Manado (Polimdo), sudah menjadi tujuan utamanya.
Perempuan yang baru saja menjadi juara I Manufacturing Fabrication Process pada Project-Based Learning (PBL) Expo International 2026, Batam ini pada MANADONES mengungkap kedua orang tuanya yang dikenal sebagai wartawan senior dan guru di Kota Manado ini, memberikan keleluasan memilih pendidikan tinggi yang disukainya.
“Ketertarikan saya yang pertama ke Polimdo, karena telah lama dikenal sebagai tempat tempat pendidikan vokasi terbaik di Indonesia, dunia kerja memberikan peluang besar bagi lulusannya,” ungkapnya melalui pesan WA.
Alhasil pilihan Kayla, sapaan akrab putri Fian Rakinaung ini juga bukan yang biasa saja. Dia memilih jurusan Teknik Mesin, yang diangapnya bisa menjadi saluran hobinya yang suka mengutak atik hal hal yang berbau oli dan otomotif. “Tapi teknik mesin itu sangat luas bidang nya. Apalagi prodi produksi dan perawatan, itu mengharuskan kita memperhitungkan segala sesuatu untuk membuat kontruksi mesin dan bagaimana perawatannya, sangat keren,” ungkapnya.
Perempuan berkacamata ini juga menambahkan bahwa pilihannya ke Teknik Mesih adalah menantang stereotip gender atau melawan pandangan kaku mengenai bagaimana laki-laki dan perempuan harus bertindak, bekerja, atau membawa diri berdasarkan jenis kelamin. Tidak ketinggalan benefit lainnya yaitu prestasi yang dihargai dan dunia kerja yang selalu memrioritaskan lulusan PT Vokasi.
Diapun bersyukur, para pengajarnya juga tidak memandang gender, karena yang diukur adalah kemampuan dan disiplin mahasiswa. Saat memulai penelitian, dirinya mendapat dukungan penuh dari kepala program studi atau Kaprodi Teknik Mesih Produksi dan Perawatan Windah Slat dan dosen pengajar Tonny Rasuh pada mata kuliah bahasa inggris.
“Saat ke Batam, kami para mahasiwa bukan hanya sekadar dipilih tapi ada yang harus kami kerjakan berupa penelitian, yang mana harus memiliki dampak nyata pada masyarakat kedepannya,” sebutnya, sambil mengakhiri wawancara singkat ini. (gracey wakary)






