Polimdo Digandeng DAN – Kemenparekraf Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama saat Kecelakaan Penyelaman

Salah satu instruktur selam dari DAN, dr Bryan yang memberikan materi awal pada para peserta pelatihan pagi tadi.

MANADO, 19 JUNI 2024 – Perguruan Tinggi (PT) vokasi terbaik di Sulawesi utara (Sulut), Politeknik Negeri Manado (Polimdo), pagi hingga sore tadi menjadi tuan rumah, bagi pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan penyelaman.

 

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang bersertifikat internasional ini, digelar oleh Divers Alert Network (DAN) dengan diinisiasi langsung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar) RI. Direktur Polimdo, Dra Mareyke Alelo MBA, pagi tadi di Lantai IV Kantor Pusat Polimdo, saat membuka pelatihan ini, berharap para peserta yang terlibat bisa menggunakannnya sebagai salah satu ketrampilan untuk mendorong kepercayaan internasional pada dunia pariwisata di Sulut dan Indonesia. “Selain itu, saya sangat berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan, dan bisa didorong untuk segera dibuatkan Mou bersama. Karena dunia pariwisata membutuhkan tenaga terampil untuk memberikan rasa aman saat melakukan aktivitas penyelaman,” kata Alelo. Didampingi Kepala Laboraturim Selam Polimdo, Frans Rattu dan dosen ekowisata bawah laut Polimdo, Alma Pongtulan, menambahkan Polimdo saat ini memiliki 20 program studi terbaik dan lima diantaranya berhubungan erat dengan pariwisata dan wisata selam.

Baca juga  Satu Perak dari Selam Belum Mendongkrak Peringkat Sulut di PON Papua

 

Sementara itu, perwakilan DAN di Indonesia, Bayu Wardoyo menyebutkan pentingnya kemampuan nyata untuk pertolongan pertama saat terjadinya kecelakaan dalam kegiatan penyelaman rekreasi. “Kehadiran kami adalah bukti nyata untuk memberikan rasa aman di industri wisata selam Indonesia. Kami berharap para peserta bisa menerima kecakapan ini, dan menjadikannya sebagai pendorong rasa aman di wisata selam Manado dan Sulut,” sebutnya. Wardoyo mengungkapkan DAN melakukan pelatihan di Sulut, bekerja sama dengan para instruktur dari NAUI dan PADI. Tidak ketinggalan, staf ahli bidang minat khusus dari Kemenparekraf, Himawan mengungkapkan kegiatan pentahelix ini sebagai salah satu kolaboraksi dari semua pemangku kepentingan. “Harapan kami para peserta mampu menyerap kemampuan yang diajarkan hari ini,” tambahnya. Dari pantauan MANADONES, kegiatan sehari ini diikuti oleh sekira 47 penyelam yang bersertifikat selam advance hingga rescue, kemudian para 11 kru kapal wisata dan para pekerja wisata lainnya yang merupakan bagian dari industri selam di Sulut. (graceywakary)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *