Badai Rusak Infrastruktur, Pertanian Filipina Senilai 12,4 Miliar Peso

Bentuk badai Francisco di kawasan Filipina. ANTARA/HO-PNA-DOST PAGASA/am.

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

JAKARTA, 10 SEPTEMBER 2026 (ANTARA) – Dampak gabungan akibat badai tropis Luis, Maymay, Neneng, dan Pilandok bersamaan dengan monsun barat daya telah merusak infrastruktur dan pertanian senilai 12,4 miliar peso (sekitar Rp3,47 triliun).

 

Data Dewan Mitigasi dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) pada Rabu mencatat estimasi kerusakan pertanian mencapai sekitar 4,1 miliar peso (sekitar Rp1,14 triliun), sedangkan kerusakan infrsatruktur sekitar 8,3 miliar peso (sekitar Rp2,32 triliun).

Baca juga  Menkominfo Sidak Pusat Data Temporer PDNS 2 di Tangerang Selatan

 

Kerusakan pertanian terjadi di Ilocos Region, Cagayan Valley, Central Luzon, Cordillera, Calabarzon, Mimaropa dan Western Visayas. Jumlah petani dan nelayan yang terdampak di kawasan-kawasan itu sebanyak 92.868 orang. Sementara, total lahan yang terdampak seluas 80.275 hektar.

 

NDRRMC menjelaskan seluas 56,787 hektar sawah yang rusak berkesempatan pulih, sedangkan 23.488 hektar lainnya tidak dapat diperbaiki. Selain itu, kerusakan infrastruktur juga tercatat di Ilocos Region, Cordillera, Central Luzon, Calabarzon, Mimaropa, dan Western Visayas. Dewan mitigasi bencana NDRRMC menjelaskan sebanyak 3.758 rumah di tujuh daerah rusak, sementara 603 rumah roboh.

 

Otoritas setempat mencatat jumlah korban tewas mencapai 44 jiwa, di mana 12 di antaranya disebabkan oleh gangguan cuaca buruk. Selain itu, fenomena iklim juga menyebabkan 18 orang terluka, dan lima lainnya masih dinyatakan hilang.

Baca juga  TNI Terima KRI Brawijaya-320, Kapal Perang AL Pertama Buatan Italia

 

(Sumber: PNA)

 

Pewarta : Bayu Prasetyo

Editor :

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *