BNPB: 43 Ribu Personel Gabungan Padamkan Karhutla di Enam Provinsi

Sejumlah personel Polres Aceh Barat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lahan gambut Desa Leukeun, Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Selasa (8/9/2026). Polres Aceh Barat mengerahkan puluhan personel dan menempuh perjalanan sejauh delapan kilometer melalui jalan setapak di hutan menuju lokasi karhutla untuk melakukan penyekatan dan pemadaman guna mencegah api meluas ke permukiman. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/wsj.

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

JAKARTA, 9 SEPTEMBER 2026 (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan sebanyak 43.481 personel satgas darat gabungan serta 55 armada udara untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membakar 72.009,10 hektare lahan di enam provinsi prioritas.

 

Kepala BNPB Suharyanto di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa sampai dengan 6 September 2026, seluas 939,45 hektare area kebakaran di enam provinsi tersebut masih dalam proses pemadaman intensif.

Baca juga  Presiden Kenang Titiek Puspa Musisi Berkontribusi Besar bagi Negara

 

“Penanganan di enam provinsi prioritas mendapat porsi sumber daya terbesar mengingat luasnya area kebakaran dan dampaknya yang masif terhadap kualitas udara serta aktivitas masyarakat,” kata dia.

 

Suharyanto merinci sisa luas lahan terbakar yang belum padam terbesar berada di Sumatera Selatan seluas 341,7 hektare dan Riau 283,35 hektare, disusul Kalimantan Selatan 116,3 hektare, Kalimantan Barat 97,8 hektare, Kalimantan Tengah 91,3 hektare, serta Jambi 9 hektare.

 

Guna menopang kekuatan satgas darat yang terdiri atas BNPB, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, dan relawan, BNPB mengoperasikan 19 unit helikopter patroli/pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta 36 helikopter water bombing.

 

Direktorat Operasi BNPB juga mengonfirmasi adanya tambahan dukungan kekuatan dari Kementerian Pertahanan berupa tiga unit helikopter Chinook yang dijadwalkan tiba pada 10 September 2026 untuk memperkuat operasi pemadaman dari udara.

Baca juga  Raffi Ahmad hingga Muhadjir Memasuki Istana Jelang Pelantikan

 

Meskipun penanganan menghadapi tantangan berat seperti karakteristik tanah gambut, minimnya akses air, serta angin kencang, Suharyanto mengapresiasi kerja keras satgas darat yang menjadi tumpuan utama dalam memadamkan mayoritas titik api.

Oleh M. Riezko Bima Elko Prasetyo

Editor :

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *