MANADO, 8 SEPTEMBER 2026 (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis sebanyak empat kabupaten di Sulawesi Utara (Sulut) masuk kategori Siaga Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis (PDKM) pada Dasarian I September atau tanggal 1 -10 September 2026.
“PDKM kategori Siaga mencakup Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, dan Kabupaten Kepulauan Sitaro,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Manado Sulawesi Utara Aris Yunatas di Manado, Selasa.
Sementara kategori Siaga Kekeringan Meteorologis mencakup 14 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, dan Kota Kotamobagu.
Selanjutnya, Kota Bitung, Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Minahasa Selatan Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Sementara itu untuk kategori Waspada PDKM meliputi 10 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Berikutnya, Kota Bitung, Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Minahasa Utara. “Kami berharap warga mematuhi sejumlah rekomendasi menyikapi kondisi meteorologis di sejumlah kabupaten dan kota,” ajak Aris.
Warga diimbau mengambil langkah pencegahan secara proaktif antara lain dilarang membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan untuk mencegah kebakaran lahan di tengah hembusan angin yang kuat.
Warga juga sangat dianjurkan lebih bijak dan hemat menggunakan air bersih demi menjaga ketersediaan cadangan air sehari-hari, mengingat prediksi curah hujan yang sangat rendah. “Apabila memerlukan informasi lebih rinci terkait informasi iklim, prediksi cuaca dan peringatan dini, dapat menghubungi Kantor Unit Pelaksana Teknis BMKG terdekat,” ucap Aris Yunatas.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Risbiani Fardaniah






