MANADO, 9 SEPTEMBER 2026 – Fenomena El Nino yang memicu kemarau tanpa hujan selama tiga bulan terakhir memberikan pukulan nyata bagi sektor pertanian di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).
Ini diungkap Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow utara (Boltara) Sirajudin Lasena dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolatara bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi utara dan Gorontalo(Sulutgo) siang kemarin. Sedikitnya 500 hektare sawah padi dilaporkan mengalami gagal panen, sementara luasan lahan jagung terdampak juga melampaui angka 500 hektare, urainya.
Dan dampak cuaca ekstrem ini turut mengerek harga beras premium di pasaran hingga menyentuh Rp20.000 per kilogram. Walau begitu, Lasena juga menyebut adanya secercah optimisme datang dari Bintauna Pantai. Dimana para petani binaan Kementerian Pertanian (Kementan) setempat berhasil mencatatkan hasil panen yang menggembirakan di tengah kekeringan melalui penerapan inovasi pertanian modern.
“Walaupun terdampak El Nino, kami tetap bisa panen di Bintauna Pantai dengan hasil yang cukup baik. Panen awal varietas IPB ini mampu mencapai 10,3 ton,” ungkap nya saat menghadiri panen tersebut. Keberhasilan panen tersebut memanfaatkan teknologi pertanian modern agrikultur (PMAS) binaan Kementan yang mengadaptasi sistem dari Arkansas, Amerika Serikat. Metode ini menerapkan penanaman padi dengan teknik sebar atau tabur langsung secara terukur guna mengoptimalkan efisiensi air dan waktu tanam.
Bupati menilai peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan adopsi teknologi agrikultur menjadi instrumen kunci untuk menjaga ketahanan pangan daerah, khususnya dalam memitigasi risiko kekeringan panjang dan menstabilkan pasokan beras di Bolmut. Dan ini mendapat tanggapan positif dari Deputi Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Sulawesi utara (Sulut)Purwanto dan Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan Sulutgo, Toar Dotulung.(gracey wakary)






