BI dan Pemprov Sulut Perkuat Accuracy Data Neraca Pangan 2026

Capacity Building Neraca Pangan Strategis Prov. Sulut 2026 yang diinisiasi BI Sulut dan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Prov. Sulut.

MANADO, 6 AGUSTUS 2026 — Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Sulawesi Utara (Sulut), bersama Dinas Ketahanan Pangan Sulut menggelar Capacity Building Neraca Pangan Strategis Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026.

 

Bacaan Lainnya

Langkah ini, dilakukan guna memperkuat akurasi data pangan sebagai fondasi utama pengambilan keputusan dan pengendalian inflasi daerah. Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI)  Sulut, Joko Supratikto, mengungkapkan bahwa inflasi bulanan Sulawesi Utara pada Juli 2026 mencatatkan deflasi sebesar -1,05% (mtm) dengan inflasi tahun berjalan berada di level 3,38% (ytd).

Baca juga  ERB 2025 BI Salurkan Rp5,1 M di Lima Pulau 3T di Sulut

 

Meski angka tersebut berada dalam target sasaran nasional 2,5%±1%, potensi gejolak harga pangan tetap perlu diwaspadai. “Tekanan pada kelompok pangan bergejolak tetap perlu diwaspadai mengingat tingginya ketergantungan Sulut terhadap pasokan dari luar daerah. Komoditas seperti aneka cabai, bawang merah, dan hortikultura sangat rentan terdampak gangguan produksi maupun distribusi,” ujar Joko saat membuka acara resmi.

 

Ia menegaskan pentingnya penguatan sinergi TPID melalui kerangka 4K dan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) yang didukung data pasokan yang akurat, tervalidasi, dan terkini (up-to-date).

 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Pengelolaan Ketersediaan Pangan Bapanas, Tri Aris Indrayanto, menjelaskan bahwa Neraca Pangan berfungsi sebagai early warning system untuk mendeteksi potensi surplus maupun defisit pasokan secara dini. Berdasarkan evaluasi 2026, Pemprov Sulut bersama 14 dari 15 kabupaten/kota telah menyusun Proyeksi Neraca Pangan.

Baca juga  Ekonom: Fluktuasi Pasar Uang Terus Berlanjut Karena Faktor Eksternal

 

Kegiatan yang diawali dengan laporan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Daerah Prov. Sulut, Rahel R. Rotinsulu, ini turut dihadiri Statistisi Ahli Madya BPS Sulut Norma Olga Frida Rega, serta Tim Ahli Gubernur Dr. Ir. Adolf Lucky Longdong dan Ir. Johan Victor Malonda. Acara diakhiri dengan komitmen bersama seluruh dinas ketahanan pangan se-Sulut untuk rutin memutakhirkan data pangan daerah.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *