Bank Indonesia Mendorong Akselerasi Ekonomi Digital untuk Perkuat Daya Saing Daerah

Pembukaan FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta belum lama ini, yang dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (24/9). Turut hadir pula pada seremoni pembukaan Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Ketua Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. Penyelenggaraan FEKDI x IFSE 2026 disinergikan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi (PI) dan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) yang disertai dengan penganugerahan TPID Awards dan Championship TP2DD atas inovasi efisiensi tata kelola daerah.

MANADO, 29 SEPTEMBER 2026 — Bank Indonesia (BI), menegaskan pentingnya mengakselerasi transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) secara berkelanjutan guna memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas serta pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, saat membuka acara Casual Talk bertajuk “Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Digital untuk Mendukung Produktivitas Ekonomi” dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) di Jakarta.

Baca juga  Gramedia Hadirkan Mozaik Manado untuk Dukung Literasi dan Pariwisata

 

Ricky menekankan bahwa penguatan EKD di tingkat daerah perlu disesuaikan dengan karakteristik, kesiapan digital, dan potensi masing-masing wilayah untuk meningkatkan efisiensi, menciptakan nilai tambah, serta memperkuat daya saing ekonomi.

 

“Penguatan EKD di daerah harus memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha melalui peningkatan efisiensi, penciptaan nilai tambah, dan penguatan daya saing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Ricky seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima MANADONES.

 

Ia menambahkan, di tengah keberagaman tingkat kompetensi, literasi masyarakat, dan kapasitas digital antarwilayah, sinergi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan manfaat digitalisasi ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan. (graceywakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *