Ahli Komunikasi hingga Media Bedah Peran Penting Juru Bicara di Era Digital

Peluncuran dan bedah buku, Juru Bicara: Perspektif Manajemen Komunikasi Politik di Era Disrupsi, karya Prof. Marlinda Irwanti Poernomo dan Benny Siga Butarbutar, M.Si., di Antara Heritage Center, Jakarta, Jumat (11/9) siang kemarin.

MANADO, 12 SEPTEMBER 2026 — Profesi juru bicara kini mengalami pergeseran peran yang signifikan dari sekadar pembaca pernyataan resmi menjadi arsitek kepercayaan publik.

 

Bacaan Lainnya

Hal tersebut menjadi benang merah dalam acara bedah buku, Juru Bicara: Perspektif Manajemen Komunikasi Politik di Era Disrupsi di Antara Heritage Center, Jakarta, Jumat (11/9/2026) kemarin. Diskusi yang dipandu Corporate Communication Director Kompas, Glory Oyong, menghadirkan empat sudut pandang lintas sektor, mulai dari akademisi, pemerintah, korporasi, hingga media.

Baca juga  Universitas Sam Ratulangi Mengucapkan Selamat Memperingati Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025

 

Dari perspektif akademis, Guru Besar Ilmu Komunikasi Politik Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si., menegaskan pentingnya juru bicara memiliki akses langsung kepada pimpinan institusi agar tidak terjebak pada peran simbolis semata. Sementara itu, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menilai buku karya Prof. Marlinda Irwanti Poernomo dan Benny Siga Butarbutar ini berhasil menggeser cara pandang terhadap profesi tersebut. Juru bicara, menurutnya, kini bertindak sebagai personifikasi institusi dan penerjemah kebijakan.

 

Dari sudut pandang korporasi, Ketua Umum Perhumas Boy Kelana Soebroto menyebut juru bicara telah berkembang menjadi leader of meaning dan penjaga legitimasi organisasi. Sorotan kritis datang dari dunia media. Wakil Pemimpin Umum 2 Harian Kompas, Paulus Tri Agung Kristanto, menekankan bahwa juru bicara bukan sekadar humas yang mencari alasan atau menghindar dari pertanyaan media.

Baca juga  Hari Pertama Berkantor Irjen Pol Nana Sudjana Disambut Tiga Doa dari Minahasa

 

“Juru bicara harus bisa menghadirkan sosok institusi dan pemimpin yang memahami persoalan dan berstrategi komunikasi, sehingga institusi dan pemimpin yang diwakilinya tak kehilangan marwahnya,” tegas Paulus.

 

Buku Juru Bicara yang diterbitkan oleh Rajawali Pers ini mengulas secara komprehensif dilema dan strategi komunikasi publik melalui pendekatan multidisipliner yang menggabungkan manajemen komunikasi, ilmu politik, psikologi massa, dan etika. (gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *