MANADO – Setelah menerima 200 proposal ide cerita dari 10 kota yang ada di Indonesia yaitu Manado, Padang, Bandung, Yogyakarta, Balikpapan, Surabaya, Bali, Tanggerang, Medan dan Jakarta, maka Viu Indonesia mengumumkan 12 finalis terbaiknya kemarin siang.
Para finalis ini adalah Fachri Al Jupri (Jakarta) dengan karya Crime Story, Reza Mardian (Jakarta) karya Desi di Desa, Lies Nanci Supangkat (Bandung) berjudul Love Scam, Almira Isnanda (Tangerang) dengan judul Moonshine, Aditya Testarossa (Bekasi) berjudul Ningrat, lham Riyanto (Malang) dengan karya yang berjudu Babu, Irfan Thamrin (Bali) mengambil judul GIA, Ilham Malik Ardinan (Bandung) berjudul Nepenthes, Novena Adelweis Gisela (Bandung) dengan karya Non, Cokin? Aaron Timothy Soeharto (Tangerang) dengan karya Star Stealer, M. Faisal Hibatullah (Jakarta) dengan judul karya berupa Panti Jomblo dan Imam Wahyudi dari Gresik dengan karya The Wedok(s).
Para finalis ini,akan mendapatkan kesempatan emas untuk mengikuti kegiatan selama enam hari untuk inal Boot Camp Viu Pitching Forum 2019 di Jakarta pada 25 – 30 Maret mendatang.
Mereka nantinya akan mendapatkan bimbingan secara langsung dari para mentor seperti Aline Jusria (Editor), Andri Cung (Penulis Skenario & Sutradara), dari Badan Ekonomi Kreatif, tim Institut Kesenian Jakarta, Pritagita Arianegara (Sutradara) dan Sammaria Simanjuntak (Sutradara & Produser). “Pada hari terakhir boot camp, seluruh finalis akan mempresentasikan proposal final mereka di hadapan para juri. Para finalis ini kami nilai bukan hanya ditunjuk. Jadi prosesnya panjang,” terang Media Buffet PR yang mewakili Viu Indonesia, Chiki Anwar.
Anwar pun menyebut, para juri yang menilai usai para finalis selesai mengikuti boot camp adalah Myra Suraryo dari Viu Senior Vice President Marketing Indonesia, kemudian Sahana Kamath dari Viu Head of Original Production Malaysia & Indonesia), Nia Dinata yang merupakan Founder Kalyana Shira Films, Melissa Karim si penulis skenario, Lucky Kuswandi yang adalah Sutradara film nasional, kemudian ada juga Agung Sentausa seorang sutradara dan kepala bidang di Fasilitasi Pembiayaan Film Badan Perfilman Indonesia dan Devina Sofiyanti (Penulis Skenario).
“Pemenang Viu Pitching Forum 2019 akan diumumkan pada hari yang sama dan cerita pemenang akan mulai diproduksi menjadi Viu Originals setelahnya,” kata MyraSuraryo pada Manadones.
Seperti diketahu para generasi milenial di Manado juga ikut pada forum ini namun belum berhasil masuk sebagai finalisnya. Viu Pitching Forum (VPF) sendiri adalah sebuah acara tahunan, yang didedikasikan untuk memfasilitasi dan mengembangkan ide-ide cerita yang dimiliki oleh sineas Indonesia, untuk kemudian diproduksi sebagai Viu Originals dan akan ditayangkan di 17 negara.
VPF merupakan salah satu bentuk komitmen Viu dalam membangun sebuah ekosistem yang dapat memberdayakan industri konten Indonesia sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. “VPF 2019, merupakan kesempatan yang sangat langka bagi sineas Indonesia untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menjual ide kepada investor, sehingga ide cerita mereka dapat diproduksi sebagai konten video. Kami menerapkan persyaratan yang ketat bagi mereka yang mendaftar,” jelas Nia Dinata, kepala mentor dan anggota Juri Viu Pitching Forum. Dalam rilis yang dikirim pada redaksi.(*)





