Psikilog: Perilaku di Medsos Cerminkan Karakter & Integritas Seseorang

Ilustrasi - Warga menunjukkan informasi terkait aturan batas usia pengguna media sosial Instagram di Jakarta, Kamis (9/4/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/sgd/am.

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

JAKARTA, 9 AGUSTUS 2026 (ANTARA) – Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia (UI) sekaligus Direktur Personal Growth, lembaga yang bergerak di bidang layanan psikologi, Ratih Ibrahim, mengingatkan masyarakat bahwa perilaku di media sosial dapat mencerminkan karakter, nilai, dan integritas seseorang.

 

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul viralnya unggahan Yurizal Tri Chaerawan yang memperlihatkan tenaga kesehatan (nakes) diduga merundung dirinya di media sosial. Yurizal sebelumnya mengungkapkan keluhannya terkait lamanya waktu menunggu ketersediaan kamar rawat inap dan kemudian meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

 

“Media sosial itu memang sebuah ruang untuk berekspresi. Tapi media sosial bukan ruang yang bebas dari tanggung jawab. Setiap unggahan mencerminkan karakter, nilai, dan integritas seseorang,” kata Ratih saat dihubungi ANTARA, Minggu. Menurut dia, tanggung jawab tersebut menjadi semakin penting bagi tenaga kesehatan karena kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dari profesi.

Baca juga  63 Atlet dari Lima Provinsi Hadiri Kejurnas Freedive Indoor Serie 1 di Manado

 

Oleh karena itu Ratih mengatakan etika profesional tidak berhenti ketika jam kerja selesai, tetapi juga perlu tercermin dalam perilaku tenaga kesehatan di ruang digital. “Menjaga empati, menghormati martabat pasien, serta menjaga kerahasiaan dan profesionalisme merupakan fondasi yang tidak boleh ditinggalkan,” ujarnya.

 

Ia mengatakan tenaga kesehatan perlu tetap menghormati pasien ketika menggunakan media sosial, termasuk ketika menghadapi situasi yang memicu emosi atau tekanan dalam pekerjaan. Ratih juga mengingatkan masyarakat secara umum agar tidak melupakan keberadaan manusia di balik setiap akun media sosial.

 

“Di balik setiap akun media sosial ada manusia yang memiliki perasaan dan martabat,” ucapnya. Karena itu Ratih menyarankan pengguna media sosial mempertimbangkan tiga hal sebelum mengunggah atau menulis komentar, yakni memastikan informasi yang disampaikan benar, mempertimbangkan apakah informasi tersebut perlu disampaikan, serta memastikan cara penyampaiannya tetap menghormati orang lain.

Baca juga  Rupiah Rabu Pagi Melemah jadi Rp14.757

 

“Sebelum mengunggah atau berkomentar, tanyakan pada diri sendiri, Apakah ini benar? Apakah ini perlu? Apakah ini disampaikan dengan cara yang menghormati orang lain?” ujar Ratih. Menurut dia, apabila ketiga pertanyaan tersebut belum dapat dijawab dengan yakin, seseorang sebaiknya menahan diri sejenak sebelum mengunggah atau memberikan komentar di media sosial.

Pewarta : Farika Nur Khotimah

Editor : Risbiani Fardaniah

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *