JAKARTA, 23 SEPTEMBER 2026 (ANTARA) – Harga Bitcoin (BTC) sempat mencapai 87.200 dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini sejak beberapa bulan terakhir dinilai mencerminkan pasar kripto yang kian optimis.
Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian menilai, penguatan Bitcoin kali ini didorong oleh beberapa faktor yang datang secara bersamaan, mulai dari masuknya dana institusional, membaiknya sentimen pasar, hingga perkembangan regulasi aset digital di AS.
Data CoinMarketCap menunjukkan Bitcoin berhasil menembus angka 87.200 dolar AS, sebelum bergerak kembali di kisaran 85.000- 86.000 dolar AS pada Selasa (22/9). “Pergerakan Bitcoin kali ini tidak hanya didorong oleh satu faktor. Minat investor institusional kembali menguat, serta sentimen terhadap aset digital juga membaik,” ujar dia, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Dari sisi makro, menurut dia, membaiknya selera risiko di pasar global juga turut memberikan dorongan positif. Penurunan harga minyak berpotensi meredakan tekanan inflasi, yang pada gilirannya memperkuat sentimen positif terhadap aset berisiko, seperti Bitcoin.
Meski demikian, Aloysia menambahkan para investor diimbau untuk tetap waspada dan mengantisipasi dinamika ekonomi global serta kebijakan suku bunga yang dapat mempengaruhi arah pergerakan pasar selanjutnya. Dia mengingatkan bahwa momentum penguatan Bitcoin dapat menjadi kesempatan bagi investor untuk memahami dinamika pasar dengan lebih baik, bukan sekadar mengikuti pergerakan harga.
“Saat harga Bitcoin bergerak positif, investor sebaiknya tidak hanya melihat momentumnya, tetapi juga memahami konteks di balik pergerakan tersebut. Tetap lakukan riset mandiri dan tidak mengambil keputusan hanya karena harga sedang naik atau karena Fear of Missing Out (FOMO),” katanya pula.
Selain itu, investor dan trader juga diingatkan untuk tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan momentum harga jangka pendek. Penguatan tajam dapat berjalan beriringan dengan volatilitas yang tinggi, sehingga investor tetap perlu memahami manajemen risiko, mengelola posisi secara disiplin, dan melakukan Do Your Own Research (DYOR) sebelum bertransaksi.
Pewarta : Subagyo
Editor :






