JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut), memastikan untuk terus mengawal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang, tidak tanggung tanggung Bupati Vonny Aneke Panambunan memimpin tim untuk terus bersinergi dengan pemerintahprovinsi (pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) dan pusat.
Siang hingga sore tadi, Bupati VAP didampingi Asisten Administrasi Pembangunan Pemkab Minut, Allan Mingkid dan Kabag Humas dan Prokotokol Pemkab Minut, Chresto Palandi hadir di Sidang Dewan Nasional KEK di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian di Jakarta.
Pada sidang pembahasan yang intinya untuk menyetujui Penetapan KEK Likupang untuk diproses Peraturan Pemerintah, sebagai KEK ini dihadiri kementerian dan lembaga terkait seperti Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Agraria dan ATR Sofyan Djalil, Kepala BKPM RI Thomas Trikasih Lembong, Kementerian Pariwisata melalui deputinya, ada juga Menteri Perhubungan Abikoesno Tjokrosoejoso dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro.
“Pemkab Minut sangat setuju dan serius mendukung Likupang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus. Ini harus dikawal dan dibahas serta didukung semua pihak. Semoga ini akan menjadi kenyataan sesuai harapan rakyat Sulut dan Minut,” kata bupati didampingi Mingkid dan Palandi.
Menurut VAP, KEK Pariwisata Likupang telah masuk dalam lima 5 destinasi super prioritas yang harus terus dikembangkan. Dia menyebut KEK Likupang sudah siap dengan lahan seluas 197 hektar dan sisanya seluas kurang lebih 600 hektar dalam proses penyelesaian, totalnya mencapai 800 hektar dengan nilai investasi sebesar Rp7,1 triliun. “Intinya, KEK Likupang harus mampu kita siapkan dank arena potensi wisatanya yang menguntungkan,” tambah Palandi. (graceywakary)





