AIRMADIDI – Menjadi Panwaslu Kecamatan bukanlah hal mudah dan gampang, karena mereka harus menyiapkan waktunya untuk bisa memantau dan mengawasi proses tahapan pesta demokrasi alias pilkada di kecamatan yang menjadi tanggungjawabnya.
“Melakukan pencegahan, penindakan dan pengawasi tahapan penyelenggaraan dalam Pilkada di Minahasa Utara, menjadi tugas para Panwascam. Ini adalah pekerjaan yang membutuhkan ketekunan dan ketelatenan serta integritas, jam kerjanya pun tidak dibatasi, makanya seorang Panwascam bisa dikata siaga 1×24 jam,” tutur Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut), Awaludin Umbola dalam Bimbingan Teknis bagi Panwascam Minut pada akhir pekan lalu (17/1 – 19/1), di Sutanraja Hotel Maumbi Minut.
Menurut Umbola, para Panwascam terpilih ini dilarang berdekatan dengan para calon peserta Pilkada Minut, baik calon gubernur, calon wakil gubernur dan calon bupati Minut dan wakil bupatinya nanti. “Gerak gerik kalin juga diawasi. saat ini media sosial luar biasa, jaga sikap serta jangan miring alias berpartai,” tegasnya.
Dalam bimtek selama tiga hari ini, para panwascam yang akan bertugas di 10 Kecamatan di Minut, juga dibekali dengan cara dan teknik saat bekerja di lapangan, mulai dari pemutahiran data, logistik pilkada, pelaksaan pilkada, investigasi, memeriksa dan mengkaji adanya dugaan pelanggaran Pilkada. Ketua Bawaslu Minut, Simon Awuy saat pembukaan Bimtek juga mengingatkan agar Panwascam Minut waspada dengan praktek politik uang yang bisa menghampiri mereka. Sementara komisioner Bawaslu lainnya Marciano Ambar juga mengingatkan agar Panwascam untuk tetap menjaga kesehatan mereka. “Ini pekerjaan yang berat jadi jaga kesehatan juga menjadi kewajiban kalian,” tandasnya, smebari dibenarkan oleh Rahman Ismail yang juga komisoner dari badan netral ini.
Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh anggota Badan Pemeriksa Daerah DKPP Syamsurizal Musa, Supriyadi Pangellu dan Mustarin Humagi. (graceywakary)





