TAHUNA — Warga Kabupaten Kepulauan Sangihe, wajib waspada dengan anomali iklim akibat terjadinya La Nina.
Ini dijelaskan dalam rilis media dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG), yang diterima MANADONES sore tadi. Dimana, dijelaskan bahwa kehadiran La Nina ini berpotensi meningkatkan curah hujan hingga 40% di Indonesia. Untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe hingga kini, masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat petir dan angin kencang, ini ditulis BMKG akan berlangsung hingga Februari 2021 nanti.
Terkait prakiraan cuaca tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sangihe, Rivo Pudihang meminta warga Sangihe waspada dengan menghindari wilayah atau area yang berpotensi terjadinya gelombang tinggi karena angin kencang. “Juga bagi masyarakat nelayan dan yang akan melakukan pelayaran ke luar daerah agar memperhatikan cuaca. Karena, dapat berubah ubah setiap waktu, jika melakukan pelayaran maka lengkapi kebutuhan keselamatan pelayaran,” tegasnya sembari meminta nelayan juga waspada. tidak lupa Rivo meminta agar ada koordinasi dengan instansi terkait ketika hendak melakukan pelayaran. (ryansengala)





