MANADO, 17 JANUARI 2021 — Tim Seach and Rescue (SAR) Gabungan dari institusi Basarnas, Polri, TNI, PMI, BPBD, RAPI dan unit SAR komunitas, hingga subuh tadi sekitar pukul 02.00 Wita masih terus bekerja, untuk membantu penyelamatan pada warga Manado yang terdampak bencana alam mulai dari banjir, pohon tumbang dan tanah longsor.
Kawasan yang terparah akibat banjir di Manado ada di tujuh titik yaitu Ternate Tanjung, Komo Luar, Mahawu, Lorong pemadam, Bailang, Mahakam dan Paal 4. Namun pada pukul 06.00 Wita pagi tadi, seluruh tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian korban yang tertimbun reruntuhan talud di sertai matrial bangunan, sehingga memerlukan alat berat untuk pencarian korban, tadi malam sudah dilaksanakan pencarian mengingat posisi di lokasi masih hujan pencarian di hentikan sejenak dikarenakan pada saat proses evakuasi menggunakan alat berat ada pergeseran tanah dari atas, pagi ini akan dilanjutkan proses pencarian kembali menggunakan alat berat untuk memper mudah pencarian dan penemuan korban. “Kami mohon dukungan dan doa agar kami bisa diberikan kemampun dan bekerja untuk melakukan penyelamatan,” kata Kepala Basarnas Kota Manado, Suhri Sinaga dalam rilis media Basarnas Sulut pagi tadi.
Dia juga menyebut seluruh aktifitas tim SAR gabungan akan kembali dilanjutkan proses pencarian korban tanah longsor di Malalayang satu pada jam 06.00 Wita. “Seluruh tim SAR gabungan saat ini tetap mewaspadai apabila ada losor susulan di lokasi yang baru, seluruh laporan laporan masuk semua akan kami tindak lanjuti dikarenakan menyangkut keselamatan jiwa manusia,” tambah Sinaga.
Hingga berita ini diturunkan, sudah ada enam korban jiwa atas bencana alam ini di Kota Manado. (graceywakary)





