BAHOI, 8 JULI 2021 – Bahoi, sejak akhir tahun 2020 lalu, masuk sebagai desa binaan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) untuk pengembangan pariwisata daerah, namun karena wabah Covid –19 yang masih terus berlanjut, desa yang ada di Kecamatan Likupang Barat ini memutuskan untuk tetap menutup area untuk kegiatan wisata.
Ini ditegaskan langsung oleh Kepala Desa Bahoi, Daud Dalero pada MANADONES, alasannya kondisi pademi yang masih berlangsug membuat desa memilih untuk melindungi warganya dengan menolak kehadiran warga luar yang akan jalan jalan atau ingin menikmati keindahan alam yang ada di desa peyanggah kawasan ekonomi khusus pariwisata alias KEK Pariwisata. Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa kawasan infrastruktur wisata desa ini belum sepenuhnya bisa digunakan, karena masih dalam proses perbaikan. “Zona merah di Kabupaten Minahasa utara membuat penerapan ini kami lakukan. Walau secara kedaerahan kecamatan kami sempat masuk zona hijau namun kami harus awas. Warga yang jadi prioritas,” tegasnya.
Walau menutup desa untuk kedatangan warga luar, namun kegiatan ekonom desa tetap berjalan dengan menerapkan protocol kesehatan Covid –19, hingga menerapkan kerja di rumah alias work from home (WFH) untuk para aparatur desa. “Intinya 50 persen kegiatan di kelurahan bisa dijalankan, namun lainnya WFH,” tambah nya, sambil menambahkan bahwa sejak Mei lalu penutupan area wisata desa sudah dilakukan.
Sementara itu, dari data Satgas Covid –19 Kabupaten Minut kawasan kecamatan Likupang Barat hingga kemarin masih berstatus zona hijau untuk penyebaran Covid –19. (graceywakary)





