MANADO, 23 FEBRUARI 2022 – Berhasil, mengantongi suara terbanyak milik senat, membuat Dr Emma Valentina Teresha Senewe SH MH resmi terpilih secara sah sebagai Dekan Fakultas Hukum (Fakum) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) untuk periode 2022 – 2026.
Dalam, pemilihan yang digelar dengan protokol Kesehatan Covid –19 sore tadi, dengan dihadiri langsung oleh Rektor Unsrat, Prof Dr Ellen Joan Kumaat MSc DEA dan Plt Dekan Fakum Dr Ronny Maramis SH MH yang juga merupakan Wakil Rektor Bidang Umum, berjalan demokratis.

Menurut, Ketua Panitia Pemilihan Dekan Fakum Unsrat periode 2022 – 2026, Toar Palilingan SH MH 13 suara anggota Senat Fakum Unsrat yang diketuai oleh Prof Dr Donald Rumokoy SH MH, bulat mendukung Doktor lulusan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung sebagai pemimpin baru dari fakultas yang identik dengan warna merah.
Hasil ini juga, disebut Toar sebagai hasil akhir yang mengunguli dua calon dekan lainnya yaitu Dr Donna Okthalia Setiabudhi SH MH dan Dr Jemmy Sondakh SH MH. “Jadi, proses pemilihan berjalan lancar dan demokratis. Dr Emma telah terpilih sebagai Dekan Fakultas Hukum,” kata Toar.
Sementara itu, Rektor Ellen memuji proses pemilihan yang dilakukan mulai pagi hingga sore tadi yang bisa berjalan, hingga mampu memilih dan menetapkan dekan terpilih, Dr Emma VT Senewe SH MH.

Emma sendiri, selain mendapat dukungan melalui suara dari senat, dosen yang sempat mengikuti sandwich Program S3 Murdoch University Australia dan Intelectual Property Rifht Program Unuversity Tecgnolgy Sydney ini, juga mendapat dukungan moril dari teman temannya, Fakum angkatan 82 yang setia berada sejak pagi hingga sore tadi di area fakultas megah ini.
Walau begitu, dari keterangan mantan bakal calon dekan yang juga anggota senat Fakum Unsrat, Dr Tommy Sumakul SH MH sebelum prores pemilihan berlangsung ada riak panas di area pemilihan.

“Saya walk Out, namun jujur saya mendukung Emma, karena kami satu angkatan. Saya walk out karena ada mekanisme yang dilanggar saat proses pemilihan ini yaitu pembahasan tata tertib yang baru digelar dan adanya satu anggota senat yang masuk memilih namun sebenarnya mall administrasi, dan tidak laik untuk memilih atau memiliki suara di senat, yaitu Mner Mohede” ungkapnya.
Uniknya, Sumakul dan Mohede, kedua dosen hukum yang walkout alias keluar dari arena pemilihan sebelum proses pemilihan ini, mengaku tidak ada dendam pribadi, yang ada hanyalah kecewa pada prosedur pemilihan. “Alangkah kecewanya saya saat tahu bahwa saya anggota senat yang tidak berhak memilih, dan jika saya memilih maka suara saya akan membuat proses pemilihan ini bermasalah, makanya saya walkout saja, tapi jujur saya mendukung siapapun yang akan terpilih,” akunya. (gracey wakary)





