Satu Tahun Kepemimpinan JG – KWL Netizen Tagih 9 Visi yang Belum Tuntas

AIRMADIDI, 26 FEBRUARI 2022 – Hari ini, pasangan Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda (JG) dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, merayakan setahun duet kepemimpinan mereka.

 

Bacaan Lainnya

Dalam, perayaan yang digelar terbatas dengan protocol kesehatan, di JG Center dan dihadiri langsung oleh Gubernur Olly Dondokambey. Keduanya pun mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan pada pemerintahan mereka saat ini.

 

Sementara itu, dari beberapa Whatsapp grup dengan latar belakang kumpulan para warga Minut baik yang ada di Sulut dan luar Sulut banyak merasa berbangga dengan keberhasilan duo yang identic dengan sebutan JG—KWL ini. Tidak heran, sejak pagi tadi banyak ucapan selamat atas satu tahu kepemimpinan kedua milenial ini.

 

Walau begitu ada pula beberapa warga di dunia maya alias para netizen, ikut memberikan selamat namun mempertanyakan kemajuan dari 10 visi yang disampaikan JG – KWL saat kampanye lalu. Hingga malam tadi, pembahasan ini, ramai di grup I Love Minut atau ILMU.

Baca juga  PDM Berbagi Bantuan di Tiga Desa yang ada di Likupang Timur

 

Capaian visi yang sempat digaungkan saat Pilkada lalu.

Selain itu, ada juga yang mempertanyakan jumlah riil capaian JG – KWL dalam program pembangunan di Minut. Seperti yang dilihat MANADONES dari tulisan Stely Lengkong yang menyebut bahwa 10 visi yang digaungkan oleh pasangan ini hanya satu yang baru jalan, sementara Sembilan lainnya belum terlihat.

 

Adapun kesepuluh visi tersebut pertama, Kartu Minut Hebat dimana adanya pelayanan Kesehatan gratis, Kartu Minut Pintar atau vokasi dan beasiswa kemudian Kartu Minut Sejahtera untuk para warga lanjut usia. Kedua adalah internet gratis disetiap desa dan kelurahan. Ketiga, Minut terang untuk wilayah kepulauan dan jalan desa. Keempat adalah bantuan modal usaha yaitu bantuan dana hingga besaran Rp100 juta. Kelima, satu desa satu bumdes.

 

Keenam, adalah program bantuan insentif dan bantuan social untuk pelayan agama, THL, aparatur desa, dana duka, dana social. Ketujuh adalah Storynomics tourism atau pariwisata berbasis budaya. Kedelapan adalah pembangunan stadion olahraga. Kesembilan torang pe pasar dan kesepuluh Mari jo Ka Minut.

 

“Hanya poin ke 10 yang sedikit jalan, selain itu belum terlihat atau memang berjalan pelan,” tulisnya.

 

Sebelumnya, Stenli juga sempat menyinggung tentang perbaikan jalan di beberapa kawasan yang disebutnya malah tidak terlihat baik.

Baca juga  Insentif Kader Posyandu di Desa Bahoi Terbayarkan

 

Sementara itu, salah satu pengamat politik dan pemerintahan Sulawesi utara (Sulut), Taufik Tumbelaka menjelaskan bahwa setahun kepemimpin duo Milenial ini, JG – KWL telah berhadapan dengan para oknum politisi yang menuntut politik balas budi.

 

“Namun, di sisi lain ada ekspektasi publik yang tinggi, padahal ada sejumlah kendala yang tidak mudah untuk dihadapi, terlebih pendeknya waktu masa kekuasaan mereka atau hanya berkuasa selama 3,5 tahun karena aturan baru,” kata Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Manado, Taufik Tumbelaka pada MANADONES malam tadi.

 

Putra dari Gubernur pertama Sulut, Letkol Frits Johannes Tumbelaka inipun memberikan masukan, agar JG – KWL pada satu kedepan, wajib memperkuat skala prioritas pembangunan, agar hasil pembangunan dapat terlihat dan dirasakan oleh masyarakat.

 

“Karena yang dihadapi JG – KWL juga adalah, kusutnya masalah birokrasi serta sejumlah pekerjaan rumah yang menanti untuk dituntaskan secara tegas dan nyata,” tambah pemilik Tumbelaka Academic Center (TAC). (Gracey Wakary)

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *