MANADO, 21 FEBRUARI 2023 – Menjadi petugas pria, yang diwajibkan oleh UU sebagai penyidik Polri untuk menyidik, dan menuntaskan kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Nyiur melambai sejak 2011 lalu, awalnya bukan hal mudah untuk dijalani Bripka Andros Hiinur .
Pasalnya, penyelidikan dan penyidikan kasus ini bukanlah seperti kasus umumnya, namun seiring dengan berjalannya waktu Bripka Andros pun berpengalaman, terutama pada sejumlah kasus menonjol dan menjadi perhatian publik terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di wilayah hukum Polda Sulut, akhirnya berhasil diungkap dan ditanganinya hingga tuntas.
Seperti kasus dugaan pencabulan, dan persetubuhan terhadap seorang anak penyandang disabilitas yang dilakukan delapan tersangka pada 2021. Kemudian kasus perdagangan bayi pada 2021, pelecehan seksual sopir taksi online terhadap penumpang wanita pada 2022, dan terbaru kasus pembunuhan bayi oleh ayah kandungnya pada awal Februari 2023 ini.
Andros mengakui, keberhasilannya dalam mengungkap dan menangani kasus-kasus tersebut tak lepas dari bimbingan pimpinan, yang disampaikan secara berjenjang dan juga kerjasama yang solid dengan rekan kerjanya. “Yang utama itu tentu karena anugerah Tuhan. Kemudian atas bimbingan, arahan, dan petunjuk dari pimpinan, juga kerjasama dengan rekan kerja serta dukungan keluarga,” ujarnya, di Mapolda Sulut.
Menurut Andros, dari beberapa kasus tersebut yang paling menantang dalam penanganannya adalah pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang sopir taksi online terhadap penumpang wanitanya. “Karena kasus tersebut dalam penanganannya menggunakan undang-undang terbaru yakni UU RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Dan kasus ini sudah berkekuatan hukum tetap, tersangkanya menjalani hukuman di Rutan Malendeng, Manado,” jelas alumni Fakultas Hukum Unsrat Manado angkatan 2004 ini, yang juga menjadi LO di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak UPTD PPPA Sulut ini.
Atas prestasi dan keberhasilannya dalam mengungkap kasus menonjol, Andros pun menerima penghargaan dari Kapolda Sulut pada 2021. Selain itu, dirinya juga kerap diundang menjadi narasumber pada berbagai seminar, sosialisasi, dan talkshow terkait PPA. Dan, pengalaman yang paling berkesan adalah menjadi pemapar atas kasus PPA menonjol di Sulut tahun 2022, dihadapan Menteri PPPA RI, serta menjadi salah satu panelis untuk pembentukan Satgas Penanganan Kekerasan Seksual Unika De La Salle Manado, ungkap ayah dari dua putri ini
Dirinya juga mengaku sangat bersyukur sekaligus bangga atas profesinya sebagai salah satu penyidik di Subdit Renakta ini. “Saya juga berharap, agar masyarakat semakin sadar hukum sehingga tindak pidana terutama yang menyangkut kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa menurun,” pungkas suami Anastasia Tamara ini. (graceywakary)





