Ahli Kesehatan Sebut 60 Persen Penyakit Berkaitan dengan Polusi Udara

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof. Dr. R. Budi Haryanto, S.K.M., M.Kes., M.Sc. saat menyampaikan pemaparan mengenai penyakit-penyakit yang berkaitan dengan paparan polusi udara dalam acara ICCT di Jakarta pada Selasa (4/8/2026). (ANTARA/Sri Dewi Larasati)

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

JAKARTA, 4 AGUSTUS 2026 (ANTARA) – Guru besar dan dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof. Dr. R. Budi Haryanto, S.K.M., M.Kes., M.Sc menyampaikan bahwa sekitar 60 persen dari seluruh penyakit berkaitan dengan paparan polusi udara.

 

“Penyakit terkait polusi udara dari seluruh penyakit itu sekitar 60 persen,” katanya di Jakarta, Selasa, dalam acara International Council on Clean Transportation (ICCT).

 

“Yang kaitannya dengan sanitasi, kualitas air minum, terus kemudian katakanlah semuanya yang masuk ke saluran cerna ya, diare dan sebagainya, itu cuma 15 persen,” ia menambahkan. Prof. Budi mengemukakan bahwa penyakit-penyakit yang berkaitan dengan polusi udara kebanyakan terjadi akibat paparan polusi udara dalam jangka panjang.

Baca juga  Lanal Tahuna Gelar Serbuan Vaksinasi Covid 19

 

Ia menjelaskan, polutan udara seperti sulfur oksida (SOx) dan nitrogen oksida (NOx) yang masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan selanjutnya bisa berdampak pada kulit, paru-paru, darah, tulang, sistem reproduksi, organ pencernaan, sistem saraf, sampai otak. “Polusi udara dengan berbagai polutan yang ada di sana macam-macam. Kembali lagi bahwa polutan-polutan tersebut tergantung kita ada di mana,” katanya.

 

“Itu semuanya kita masukin dalam tubuh lewat kita bernapas, yang tanpa bisa memilih, tanpa berhenti,” ia menambahkan. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada 2023 menyampaikan bahwa klaim biaya pengobatan penyakit pernapasan yang berkaitan dengan polusi udara nilainya mencapai triliunan rupiah.

 

Sebagai gambaran, BPJS Kesehatan mencatat total pembiayaan Rp431 miliar untuk 1,1 juta kasus rawat jalan penyakit pernapasan serta pembiayaan Rp13,3 triliun untuk 1,7 juta kasus rawat inap dalam penanganan penyakit pernafasan. Data-data tersebut menunjukkan pentingnya pencegahan dan penanggulangan polusi udara dalam upaya untuk menekan angka kejadian penyakit serta meningkatkan kesehatan masyarakat.

Baca juga  Per April ada 2.685 Wisman asal Cina yang Masuk Sulut

 

Oleh Sri Dewi Larasati

Editor : Maryati

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *