MANADO, 2 MARET 2023 – Dunia selam Indonesia, kembali ketambahan lima instruktur selam usai dinyatakan lulus dalam Professional Association of Diving Instructors (PADI) Instructor Development Course & Emergency First Response (EFR) Instructor, yang digelar oleh Politeknik Negeri Manado (Polimdo) pada 6 Februari hingga 1 Maret 2023 lalu, di kawasan kolam dan pantai di Kabupaten Minahasa.
Menariknya, salah satu dari peserta yang lulus sebagai instruktur selam keluaran PADI ini, adalah staf di Polimdo yang kesehariannya bekerja di Laboraturium Selam Polimdo dan Jurusan Pariwisata Polimdo, Adha Merilla. Pada MANADONES, perempuan mungil yang telah mengenal dunia bawah laut sejak tahun 2017 ini mengaku sangat bangga dan bahagia, usai menyelesaikan program pelatihan ketat dan terstruktur dari PADI yang merupakan. “Ini salah satu impiaan saya yang tercapai. Saya mencintai laut dan saya selalu ingin menjadi instruktur selam yang berlisensi,” kata Lala sapaan akrabnya.
Mengikuti kursus Instruktur Selam PADI diungkapkan Lala, dia harus bersaing dengan beberapa kandidat. Pasalnya, ia seperti mendapat beasiswa untuk kursus ini juga memperhitungkan kemampuan para calon peserta selain jumlah waktu penyelaman mereka. Kini Lala, bisa mengeluarkan sertifikat selam bag ara pecinta laut yang ingin menjadi seorang penyelam profesional. “Ya, bisa. Saya lulus sebagai PADI Open Water Scuba Instructor (OWSI), ini jadi pemacu saya. Dan sebagai perempuan,saya buktikan bahwa jika kita serius dengan mimpi kita maka kita bisa menggapainya,” ungkap alumni Polimdo, yang juga menjadi bagian peserta selam pemecahan rekor dunia selam pada 2019 lalu di Manado, diakhir pertemuan.
PADI Course Director, Frans V Rattu SE MM didampingi Alma Pongtuluran SE MPd menyebut keberhasilan Lala adalah sebuah prestasi, dan kedua dosen Polimdo ini juga menyebutkan mantan mahasiswa mereka ini adalah salah satu instruktur PADI perempuan termuda di Sulut. “Lala anaknya ulet, tubuh mungilnya mampu membopong laki laki yang berat tubuhnya dua kali lipat darinya demi mengikuti prosedur EFR,” tambah Alma, yang menyebut usia Lala saat lulus pelatihan ini adalah 22 tahun, sebelumnya ada instruktur selam yang usianya diatas 25 tahun. Bravo Lala. (graceywakary)





