MANADO, 22 APRIL 2023 – Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan 99 tahun wafatnya Maria Walanda Maramis tepat pada hari ini, maka MANADONES menghadirkan tullisan tentang perempuan perempuan inspiratif, hingga akhir April ini, kali yang akan adalah perjalanan panjang Sizzy Natalie Matindas menjadi pengrajin sekaligus pemilik jenama Batik Bercerita Sizzy Matindas Batik.
Bagi Sizzy Matindas, ragam motif batik di Indonesia begitu menarik dan kaya dengan pesan moral. Tidak heran, kala memilih menjadi pengrajin batik di akhir 2014 lalu, mantan Wakil I Putri Ayu Indonesia kerap melakukan penelitian awal, sebelum membuat cetak biru desain indah seperti motif Warandi Kabasaran atau Prajurit Minahasa yang siap berperang, motif Miara si Luri, dan Waruga.

Saat ditemui MANADONES, putri pertama dari pasangan Lexy Matindas dan Jeanne Tangkilisan, menjelaskan dirinya sebelum masuk ke dunia fashion telah memiliki usaha sendiri yang mampu menambah pundi pundi simpanan di bank nya bertambah hingga puluhan juta yaitu usaha meubel dan desain interior sesuai dengan latar belakang pendidikannya. “Namun panggilan untuk mendesain motif batik khas Nyiur Melambai itu, begitu kuat. Suami dan putra saya juga mendukung saya, hingga saya resmi memulai usaha batik pada sekira September 2014,” ujarnya.
Desain hingga mencari mencari kain yang pas dengan karyanya pun dilakukannya sendiri termasuk menjajakan batik indahnya dengan menggunakan tas yang dibawahnya sendiri, hingga kini telah berdiri butiknya di Kawasan Kota Manado, Sizzy Matinda Batik serta kerap menjadi bagian dari Jakarta Fashion Week (JWF) dan agenda fashion luar negeri sekelas New York, AS serta Eropa.
“Budaya kita, Minahasa dan Nyiur Melamabi mengajarkan kita untuk bagaimana menghormati perempuan, menjaga yang paling tua hingga melindungi adat serta lingkungan. Ini bagian saya untuk menjaga dan memperlihat adat dan adab kita pada dunia melalui motif Batik Bercerita,” urainya. Motif yang dikeluarkan oleh Sizzy memang beda dan unik, karena dibuatnya sendiri tanpa bantuan desainer. Karya tangannya ini pun sudah digunakan oleh Konjen Indonesia di New York, Puteri Indonesia, para pejabat utama negeri ini dan beberapa pembesar lainnya.
Sebelum menutup pertemuan, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Minahasa ini pun berharap para generasi mencintai dan mengenal jauh adat budaya yang ada di Sulawesi Utara. Menurutnya, walau beragam, namun semuanya mengajarkan kesetaraan, rasa hormat, tolong menolong dan cinta. “Pintar itu luar biasa, tetapi memiliki adab dan beretika menjadikan kita manusia yang berahlak,” tutupnya. (graceywakary)





