Perangi Musik AI, YouTube Hapus Album Lancung Travis Scott

Penyanyi rap Travis Scott saat tampil di Made In America Music Festival, Philadelphia, Pennsylvania, September 2019. (ANTARA/Reuters/Daniel DeSlover/ZUMA Press, Inc.)

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

JAKARTA, 28 APRIL 2023 (ANTARA) – Pihak YouTube dan Soundcloud dikabarkan telah menghapus sebuah video album lancung milik penyanyi rap Amerika Jacques Bermon Webster II atau lebih dikenal dengan nama Travis Scott, sebagai bagian memerangi kecanggihan kecerdasan buatan generatif atau artificial intelligence (AI) dalam industri hiburan.

 

Album palsu berisikan 16 lagu dengan nama “UTOP-AI” itu merupakan proyek gagasan server Discord AI Hub yang hingga kini telah menampung sebanyak lebih dari 36.000 anggota pembuat musik dengan memanfaatkan AI. “Proyek ini awalnya hanyalah lelucon di antara saya dan beberapa pengelola server luar negeri bernama Rec,” kata moderator AI Hub, Qo, seperti dilansir dari Business Insider, Jumat. Qo mengaku butuh waktu selama sepekan untuk merampungkan album yang dibuat lengkap dengan visual pendukung tersebut. Tak hanya menampilkan karakter suara Travis Scott, album “UTOP-AI” juga menghadirkan sejumlah nama beken lain seperti Drake, Baby Keem, dan Playboi Carti.

Baca juga  Samsonite Gandeng New Balance Luncurkan Koleksi Baru

 

Album “UTOP-AI” sempat mondar-mandir di YouTube dan SoundCloud selama sepekan belakangan ini. Pihak Musik Warner Grup telah mencermati terjadinya pelanggaran hak cipta. Album tersebut baru bisa dihapus beberapa jam setelah diunggah, usai sebanyak 17.000 kali pemutaran di YouTube dan sekitar 150.000 pemutaran di SoundCloud. Selain memiliki puluhan ribu anggota, server Discord AI Hub juga mempunyai sejumlah saluran dengan perangkat pendukung untuk menerapkan berbagai model suara berdasarkan karakter musisi yang ada seperti penyanyi rap Don Toliver dan Frank Ocean, atau penyanyi soul R&B Alicia Keys.

 

Selama beberapa bulan ini, karya musik yang dihasilkan AI telah menimbulkan kekhawatiran sejumlah pihak terkait pelanggaran hak cipta dan royalti. Beberapa label arus utama juga sudah membunyikan sirene tanda bahaya dalam menyikapi keberadaan musik AI. Dapat dipahami bahwa label besar arus utama melindungi materi dengan hak cipta yang dimiliki sehingga mereka memberikan tekanan kuat pada layanan streaming seperti Spotify untuk memantau apa yang diunggah ke platform tersebut.

Baca juga  Kolaborasi Indosat Bersama Virtualness dan PT Liga Indonesia Baru Luncurkan Liga 1 Fantasy Football

Pewarta : Ahmad Faishal Adnan

Editor : Ida Nurcahyani

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *